Perang Lawan Geng Motor

Nurpati: Kader Demokrat ke NasDem Kutu Loncat

INILAH.COM, Jakarta - Partai Demokrat tidak menampik jika ada kadernya yang kemungkinan masuk ke Partai Nasional Demokrat (NasDem). Untuk itu, Partai Demokrat meminta kadernya yang di DPR untuk segera mundur.

"Jika ada kader PD, apalagi kalau anggota DPR akan pindah ke Nasdem, maka yang bersangkutan wajib mundur dari Partai Demokrat di DPR," tegas Ketua Divisi Komunikasi Publik DPP Partai Demokrat Andi Nurpati, saat dihubungi, Senin (23/7/2012).

Demokrat ingin publik tahu siapa saja politisi yang kutu loncat. Walaupun sebelumnya mereka adalah kader Partai Demokrat. "Dengan demikian, Partai Demokrat sudah tahu bahwa yang betul-betul kader akan terseleksi secara alam," katanya.

Menurut Nurpati, kemungkinan anggota Partai Demokrat untuk menyeberang ke Partai NasDem bisa saja terjadi. Apalagi, iming-iming dana yang yang besar membuat kader rela meninggalkan partai yang pernah dibesarkan.

"Mungkin daya tarik biaya caleg Rp5 miliar sampai dengan Rp10 miliar di NasDem cukup menggiurkan beberapa orang, sehingga rela meninggalkan partai yang sudah membesarkannya," ujarnya.

Walau demikian, pihaknya tidak bisa menghalang-halangi keinginan kader tersebut. Sebab, itu hak semua orang. "Menghargai hak seseorang untuk memilih dan menentukan hak politiknya. Silahkan masyarakat yang menilai," tambah Nurpati. [yeh]

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.

POLL

Yakinkah Anda, wanita-wanita yang terlibat dengan Ahmad Fathanah akan dikenakan sanksi hukum?

Memuat...
Opsi Pilihan Jajak Pendapat