Perang Lawan Geng Motor

Obama dan Putin Serukan Penghentian segera Konflik di Suriah

Damaskus (AFP/ANTARA) - Presiden Amerika Serikat Barack Obama dan Presiden Rusia Vladimir Putin pada Senin menyerukan penghentian "segera" konflik di Suriah sementara 94 orang dilaporkan tewas dalam serangan artileri di kota-kota negara itu.

Imbauan itu disampaikan kedua pemimpin tersebut saat Rusia dilaporkan bersiap-siap mengirim dua kapal perang serta marinir ke pangkalan angkatan lautnya di Suriah,


Para pemantau PBB menangguhkan patroli-patroli mereka karena aksi kekerasan yang meningkat.

"Untuk menghentikan pertumpahan darah di Suriah, kami menyerukan penghentian segara semua aksi kekerasan," kata dua pemimpin itu di sela-sela Konferensi Tingkat Tinggi Kelompok 20 (G-20) di Los Cabos, Meksiko.

"Kami yakin rakyat Suriah harus mendapat kesempatan untuk secara bebas dan demokratis menentukan masa depan mereka sendiri," kata dua pemimpin itu.

Putin mengemukakan kepada wartawan bahwa ia dan Obama memiliki "banyak titik persamaan" mengenai pemberontakan 15 bulan melawan Presiden Bashar al-Assad.

Obama mengatakan ia dan Putin sepakat tentang perlunya bagi satu proses politik" untuk menghentikan konflik itu dan berjanji akan membantu utusan PBB-Liga Arab Kofi Annan mengenai penyelesaian krisis itu.

Tetapi tidak banyak tanda mereka sependapat mengenai satu jalan untuk menghentikan konflik yang menurut para pemantau telah menewaskan lebih dari 14.400 orang sampai kini.

AS menyatakan frustasi atas tindakan Rusia memboikot tindakan-tindakan Dewan Keamanan PBB terhadap Bashar.

Ketua misi PBB di Suriah akan melaporkan kepada Dewan Keamanan PBB Selasa mengenai konflik yang kian memburuk itu.

AS, Inggris dan Prancis sedang mengusahakan satu resolusi baru Dewan Keamanan PBB yang akan mengancam pemberlakuan sanksi-sanksi terhadap Bashar. Tetapi Rusia, sekutu internasional utama Suriah, dan China telah menghambat dua resolusi.

Rusia sedang bersia-siap untuk mengirim dua kapal perang amfibi dan marinir ke pelabuhan Tartus Suriah di mana Rusia memiliki satu pangkalan angkatan laut untuk menjamin keselamatan para warganya, kata laporan-laporan Moskow.

Kapal-kapal perang amfibi Nikolai Filchenkov dan Tsezar Kunikov, akan dikirim ke Tartus dengan satu kelompok "besar" marinir, kata kantor berita Interfax mengutip seorang perwira markas besar angkatan laut Rusia.

Tidak ada konfirmasi resmi mengenai berita itu oleh pihak berwenang Rusia.

Tsezar Kunikov dapat membawa 150 tentara dan peralatan termasuk tank-tank, sementara Nikolai Filchenkov dapat mengangkut sampai 1.500 ton kargo dan peralatan, kata laporan itu.

Interfax mengatakan kapal-kapal itu dapat digunakan untuk mengevakuasi warga-warga Rusia.

Sementara itu pasukan pemerintah Suriah menggempur pangkalan-pangkalan pemberontak di kota-kota Homs dan Damaskus.

Kelompok Observatorium bagi Hak Asasi Manusia Suriah mengatakan 94 orang tewas di seluruh negara itu Senin, termasuk 63 warga sipil, tiga tentara yang membangkang dan 28 tentara pemerintah.

Pasukan pemerintah meningkatkan pengepungan terhadap kota Tasas di provinsi Paraa, pusat pemberontak anti-pemerintah, kata pemberontak Tentara Pembebasan Suriah.

Baku tembak tetap berlangsung di beberapa daerah provinsi Damaskus termasuk kota-kota Douma dan Qudsaya yang telah digempur selama lima hari belakangan ini.

Sejumlah 300 pemantau yang tidak brrsenjata dalam misi pengawas PBB menangghkan operasi-operasi Sabtu karena aksi kekerasan yang meningkat.

Pemimpin misi itu Mayjen Robert Mood mendesak pemerintah dan oposisi mengizinkan "wanita, anak-anak, orang tua dan mereka yang cedera untuk meninggalkan zona-zona konflik ". Tetapi sejauh ini belum ada izin diberikan.

Mood akan melaporkan kepada Dewan Keamanan PBB Selasa waktu setempat (Rabu waktu Indonesia) di tenga-tengah keraguan yang meningkat dikalangam negara Barat bahwa para pemantau itu akan diizinkan untuk tetap berada di negara itu.

Ketua hak asasi manusia PBB Navi Pillay menuntut penghentian serangan pemerintah ke daerah-daerah penduduk. "Tindakan seperti itu merupakan kejahatan terhadap kemanusiaan dan mungkin kejahatan perang," kata Pillay kepada Dewan HAM PBB.(rr)

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.