Washington (ANTARA/Xinhua-OANA) - Presiden AS Barack Obama, Jumat (20/7), memerintahkan larangan impor arang dari Somalia, dan memperluas sanksi terhadap mereka yang dikatakan membahayakan keamanan dan kestabilan di negara Tanduk Afrika tersebut.
Di dalam instruksi eksekutif yang berlaku mulai pukul 14.00 waktu setempat, Jumat (Sabtu, 01.00 WIB), Presiden AS itu mensahkan larangan impor langsung atau tidak langsung arang dari Somalia. Obama mengatakan perdagangan tersebut memberi "hasil sangat besar" bagi Ash-Shabaab, jaringan Al Qaida yang berpusat di Somalia.
Kelompok gerilyawan itu, yang dicap sebagai "kelompok teroris" oleh Amerika Serikat dan beberapa negara lain, menguasai sebagian besar wilayah Somalia selatan.
Sejak pecahnya perang saudara di Somalia pada 1991, tak ada pemerintah pusat yang menguasai sebagian besar wilayah negeri tersebut. Sementara itu pemerintah Federal Peralihan, yang dikuasai masyarakat internasional, hanya menguasai sebagian kecil negeri tersebut, demikian laporan Xinhua --yang dipantau ANTARA di Jakarta, Sabtu siang.
Pemerintah peralihan itu, yang mandatnya berakhir pada 20 Agustus, sedang berusaha menyelenggarakan pemilihan umum nasional pada 2012.
Obama juga memerintahkan perluasan sanksi terhadap orang dan kesatuan yang telah terlibat dalam aksi yang mengancam perdamaian, keamanan atau kestabilan Somalia, menghalangi pengiriman bantuan kemanusiaan ke negeri tersebut, atau mengincar warga sipil. Sanksi itu menetapkan pembekuan semua aset yang berada di bawah jurisdiksi AS.
Presiden AS tersebut memerintahkan penjatuhan sanksi atas sebagaian lembaga dan orang Somalia pada April 2010. (jk)

