Bangkok (AFP/ANTARA) - Presiden Amerika, Barack Obama, akan menjanjikan bantuan 170 juta dolar Amerika (sekitar Rp1,63 triliun) ke Myanmar untuk menandai kunjungan bersejarahnya ke negara itu pada Senin saat negara itu terbebas dari dekade pemerintahan militer, kata sejumlah pejabat senior.
Obama meluncurkan bantuan pembangunan bertepatan dengan pembukaan resmi misi US Agency for International Development (USAID) di Myanmar, yang tertunda selama bertahun-tahun akibat penindasan junta pada gerakan demokrasi negara itu.
Uang tersebut, yang tersebar selama periode dua tahun, akan menargetkan beberapa proyek bagi masyarakat sipil yang dirancang untuk membangun lembaga-lembaga demokrasi dan meningkatkan pendidikan saat Myanmar meletakkan dasar sistem politik yang didasarkan pada kebebasan, kata pejabat.
“Misi USAID membawa sinyal penting bahwa Amerika Serikat kembali berhubungan dengan Burma,” kata seorang pejabat senior yang tidak ingin disebutkan namanya, menyebut bekas nama negara itu.
“Kami menggunakan bantuan itu untuk membantu menghargai langkah-langkah positif yang diambil oleh pemerintah dan masyarakat Burma, karena kami ingin reformasi ini menjangkau masyarakat kelas bawah di Burma.”
“Itu adalah langkah berikutnya yang perlu dilaksanakan dalam transformasi ini.”
Sejumlah pejabat itu menekankan bahwa dana bantuan gabungan sebesar 170 juta dolar Amerika (sekitar Rp1,63 triliun) untuk tahun fiskal 2012 dan 2013 itu adalah awal dari misi jangka panjang Amerika di Myanmar, namun bantuan lebih banyak lagi akan bergantung pada pemerintah dalam menjaga laju reformasi negara itu.(kn/ik)


