INILAH.COM, Jakarta - Kalau ingin meningkatkan pertumbuhan infrastruktur, salah satu sumber pendanaan yang perlu diprioritaskan adalah obligasi. Namun saat ini pasar obligasi dinilai masih belum tumbuh signifikan.
Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal OJK, Nurhaida mengatakan obligasi merupakan pendanaan long investment yang berkelanjutan bagi pembangunan infrastruktur.
"Kita lihat perekonomian negara akan tumbuh kalau infrastruktur berkembang. Dalam hal ini seperti halnya jalan, itu yang cocok melalui investasi obligasi karena jatuh temponya sangat panjang," ujarnya dalam Investor Summit 2012 di Jakarta, Selasa (28/11/2012).
Saat ini presentase perbankan masih sangat dominan terhadap pertumbuhan ekonomi sebesar 80%. Sedangkan peran corporate bonds masih 2% terhadap PDB, juga SBN yang masih 18% terhadap PDB. "Situasi-situasi ini yang harus ditingkatkan OJK dalam mengembangkan coroprate bonds," kata dia.
Otoritas akan membuat fasilitas-fasilitas yang menarik minat investor terhadap investasi obligasi. Karena ada yang menyatakan likuiditasnya kurang banyak dan market openingnya kurang.
"Salah satu yang konkrit adalah membuat GMRA atau semacam persetujuan standar pinjam meminjam bagi obligasi," ujarnya. [hid]
TEMPO.CO, Jakarta - Presiden Susilo Bambang Yudhoyono memilih Kepala BKPM Dr Chatib Basri sebagai Menteri Keuangan pengganti Agus Matowardojo. »Atas pendidikan, pengalaman yang cakap, Chatib Basri saya pilih menjadi Menteri Keuangan,” kata SBY di Istana Negara, Jakarta, Senin 20 Mei 2013.


