H+5 Terperangkap

OJK: Infrastruktur Jadi Prioritas Pasar Obligasi

  • SBY Pilih Chatib Basri Sebagai Menteri Keuangan

    SBY Pilih Chatib Basri Sebagai Menteri Keuangan

    Tempo
    SBY Pilih Chatib Basri Sebagai Menteri Keuangan

    TEMPO.CO, Jakarta - Presiden Susilo Bambang Yudhoyono memilih Kepala BKPM Dr Chatib Basri sebagai Menteri Keuangan pengganti Agus Matowardojo. »Atas pendidikan, pengalaman yang cakap, Chatib Basri saya pilih menjadi Menteri Keuangan,” kata SBY di Istana Negara, Jakarta, Senin 20 Mei 2013.

  • Dahlan Iskan: Perusahaan Outsourcing Harus Berubah

    Dahlan Iskan: Perusahaan Outsourcing Harus Berubah

    Tempo
    Dahlan Iskan: Perusahaan Outsourcing Harus Berubah

    TEMPO.CO , Jakarta:Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Dahlan Iskan mengatakan bahwa perusahaaan outsourcing yang akan bekerja sama dengan perusahaan BUMN harus mengubah sistem perusahaan untuk memenuhi tender. Pertama, perusahaan tersebut harus mempunyai sistem jenjang karier dan sistem kepegawaian.

  • Tekanan Kabin Drop, Lion Air Gagal Terbang

    Tekanan Kabin Drop, Lion Air Gagal Terbang

    Tempo
    Tekanan Kabin Drop, Lion Air Gagal Terbang

    TEMPO.CO, Surakarta - Pesawat maskapai Lion Air dengan nomor penerbangan JT 535 rute Solo-Jakarta gagal terbang dari Bandara Internasional Adi Soemarmo Solo pada Minggu, 19 Mei 2013. Semestinya pesawat diberangkatkan pukul 13.45 dengan membawa 169 penumpang. Tapi pesawat tak kunjung berangkat karena ada kendala teknis.

INILAH.COM, Jakarta - Kalau ingin meningkatkan pertumbuhan infrastruktur, salah satu sumber pendanaan yang perlu diprioritaskan adalah obligasi. Namun saat ini pasar obligasi dinilai masih belum tumbuh signifikan.

Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal OJK, Nurhaida mengatakan obligasi merupakan pendanaan long investment yang berkelanjutan bagi pembangunan infrastruktur.

"Kita lihat perekonomian negara akan tumbuh kalau infrastruktur berkembang. Dalam hal ini seperti halnya jalan, itu yang cocok melalui investasi obligasi karena jatuh temponya sangat panjang," ujarnya dalam Investor Summit 2012 di Jakarta, Selasa (28/11/2012).

Saat ini presentase perbankan masih sangat dominan terhadap pertumbuhan ekonomi sebesar 80%. Sedangkan peran corporate bonds masih 2% terhadap PDB, juga SBN yang masih 18% terhadap PDB. "Situasi-situasi ini yang harus ditingkatkan OJK dalam mengembangkan coroprate bonds," kata dia.

Otoritas akan membuat fasilitas-fasilitas yang menarik minat investor terhadap investasi obligasi. Karena ada yang menyatakan likuiditasnya kurang banyak dan market openingnya kurang.

"Salah satu yang konkrit adalah membuat GMRA atau semacam persetujuan standar pinjam meminjam bagi obligasi," ujarnya. [hid]

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.

Artikel Bisnis Terpopuler

POLL

Yakinkah Anda, wanita-wanita yang terlibat dengan Ahmad Fathanah akan dikenakan sanksi hukum?

Memuat...
Opsi Pilihan Jajak Pendapat