Beirut (AFP/ANTARA) – Pemimpin oposisi Kristen Suriah, George Sabra, mengatakan kepada Paus Benedict XVI bahwa kelangsungan hidup rezim Damaskus merupakan sebuah ancaman bagi negara-negara Kristen, ujar Dewan Nasional Suriah pada Minggu.
“Kelangsungan hidup rezim (Presiden Bashar al-) Assad merupakan bahaya bagi warga Kristen dan Muslim di Suriah,” ujar Sabra, yang menjadi juru bicara bagi oposisi SNC, kepada paus saat keunjungannya ke Vatikan pada Sabtu.
Sabra, yang ditemani oleh kepala kelompok yang diasingkan, Abdel Basset Sayda, dalam pertemuan dengan paus, juga mengucapkan terimakasih atas kunjungannya ke Lebanon dan petunjuknya kepada umat Kristen di Timur Tengah, ujar SNC dalam sebuah pernyataan.
Paus pada pekan lalu mengadakan perjalanan ke Lebanon selama tiga hari kunjungannya, yang mana dia mengecam fundamentalisme agama, mengimbau perdamaian di Timur Tengah dan mendesak berakhirnya pemasokan tentara ke dua pihak dalam perang sipil Suriah.
“Keberadaan umat Kristen merupakan fakta di negara kami, yang mana rumah pertama bagi umat Kristen adalah dunia ini,” ujar SNC.
“Sebuah sistem demokrat, yang mana revolusi Suriah berusaha untuk membangun, jaminan bagi keamanan hak-hak bagi seluruh warga Suriah,” tambahnya. (dh/ml)

