Oposisi Suriah: Brahimi Tak Boleh Mengulangi Annan

Damaskus (ANTARA/Xinhua-OANA) - Seorang tokoh terkemuka oposisi Suriah, Jumat (14/9), mengatakan utusan khusus baru Lakhdar Brahimi tak boleh menjadi pengulangan atau salinan pendahulunya, Kofi Annan.

Hasan Abdul-Azim, pemimpin Badan Koordinasi Nasional Oposisi (NCB), mengeluarkan pernyataan tersebut pada Jumat kepada wartawan, setelah pertemuan dengan Brahimi --yang melakukan kunjungan tiga-hari ke Suriah.

"Ia tak boleh menjadi pengulangan atau salinan rencana Kofi Annan," kata Abdul-Azim, yang menambahkan Brahimi mesti memiliki upaya dan tambahan berkualitas.

Ia mengatakan Brahimi memiliki "wewenang besar yang meyakinkan, terutama ia berasal dari wilayah ini ... ia juga memiliki pengaruh regional dan internasional".

Sementara itu, Kepala Komite Arab Suriah Urusan Hak Asasi Manusia Mohammad Mori mengatakan organisasinya pada Jumat membahas dengan Brahimi mengenai krisis Suriah, terutama aspek kemanusiaan.

Di dalam wawancara dengan Xinhua --yang dipantau ANTARA di Jakarta, Sabtu pagi-- di sisi pertemuannya dengan Brahimi, Mori mengatakan sebanyak tiga juta orang Suriah menjadi pengungsi di dalam negeri mereka dan setengah juta orang lagi telah mengungsi ke negara tetangga.

Ia menyatakan Brahimi telah mendengar pendapat oposisi yang berpusat di Damaskus pada Jumat. Ditambahkannya, oposisi di Suriah juga mengundang dia untuk menghadiri pertemuan oposisi Suriah yang dijadwalkan diadakan pada 23 September di Ibu Kota Suriah, Damaskus.

Mori juga kembali menyampaikan pendirian oposisi, yang menolak campur tangan militer asing di Suriah atau militerisasi krisis itu.

Sehari sebelumnya, Brahimi bertemu dengan Menteri Luar Negeri Suriah Walid al-Moallem, dan selama pertemuan tersebut al-Moallem menjanjikan "kerja sama penuh" dengan misi utusan baru itu.

Namun al-Moallem mengingatkan keberhasilan akan tergantung atas pendirian banyak negara yang ia katakan "mempersenjatai, mendanai dan melatih kelompok teror bersenjata".

Setelah bertemu dengan sejumlah tokoh oposisi, Brahim dijadwalkan bertemu dengan Presiden Suriah Bashar al-Assad, Sabtu. (jk)

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.