Berburu Harta Luthfi

Oprah Winfrey Terancam Bangkrut

REPUBLIKA.CO.ID, NEW YORK - Ratu talkshow dunia, Oprah Winfrey dikabarkan tengah menghadapi masalah keuangan yang tajam. Rendahnya rating jaringan Televisi kabel miliknya, OWN(Oprah Winfrey Network) membuatnya terancam bangkrut.

Saat banyak acara Tv 'meledak' seperti The Rosie Show, Oprah justru dilaporkan sedang mengais asa untuk menghidupkan saluran Tv kabel miliknya.

"Jika saya menulis buku tentang itu, saya akan menyebutnya buku '101 Kesalahan'," kata Oprah.

Menurut Oprah, salah satu kesalahan besar yang ia lakukan adalah dengan menggelontorkan biaya yang sangat besar untuk OWN sejak awal. 

Bloombers Businessweek melaporkan, saluran tersebut telah menghabiskan dana sekitar 330 juta dolar sejak dimulai pada 2008. Bahkan seorang analisis mengatakan ini adalah kegagalan paling sukses dalam industri pertelevisian.

Namun, beberapa waktu lalu ada sedikit berita baik mengenai hal ini. The Wall Street Journal melaporkan pada hari Senin (6/5) lalu, bahwa saluran televisi milik Oprah tersebut telah menapak naik beberapa peringkat. 

Hal ini disebabkan adanya program baru dalam saluran tersebut yang bertajuk, " Oprah Next Chapter". Dalam program barunya tersebut, Oprah menyajikan tayangan eksklusif mengenai kebersamaannya dengan beberapa keluarga dari tokoh ternama. Seperti duduk bersama dengan keluarga Whitney Houston.

Program tersebut juga sempat mendapat kritik dari beberapa kritikus. Menurut mereka seharusnya hal tersebut dilakukan Oprah sejak awal. Sebab tidak hadirnya Oprah dalam program di saluran Tv miliknya pada tahun pertama, adalah kesalahan besar.

Saat ini Oprah menekankan bahwa ia harus kembali memainkan sebuah permainan panjang. Ia mengatakan mungkin setidaknya sampai akhir 2013, OWN baru bisa menemukan 'pembuluh darah'-nya.

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.