New York (AFP/ANTARA) - Carlos Slim, orang terkaya di dunia asal Meksiko, telah mengakuisisi saham YPF sebesar 8,4 persen, anak perusahaan minyak Spanyol, Repsol yang baru-baru ini dinasionalisasi Argentina.
Badan pemeringkat Moody's, Selasa, menurunkan peringkat YPF satu bulan setelah Buenos Aires menguasai perusahaan minyak terbesar di negara itu, perusahaan yang menyumbang sepertiga dari produksi dalam negeri, mengutip kekhawatiran terhadap utang.
Pengajuan dengan Sekuritas tdan Komisi Bursa Saham Amerika Serikamenunjukan bahwa investasi perusahaan Slim, Domitgrupo Financiero Inbursa, telah diakuisisi hampir 33 juta lembar saham di YPF, yang terdaftar di Bursa Saham New York.
Argentina menyatakan bahwa YPF merupakan sebuah perusahaan publik pada 16 April, dengan pemerintah yang merebut 51 persen lembar saham di anak perusahaan Repsol itu, membuat Madrid kesal, dan memicu kekhawatiran di Amerika Serikat dan Uni Eropa.
Kemudian dalam pekan yang sama, mereka memperluas langkah pada YPF Gas, sebuah perusahaan yang 85 persen sahamnya dimiliki divisi Repsol.
Presiden Cristina Kirchner menyatakan bahwa pengambilalihan itu dibenarkan karena produksi minyak mentah YPF turun sementara impor minyak dan gas melonjak dua kali lipat pada 2011. Impor diperkirakan kian menaik hingga tiga kali lipat pada akhir tahun.
Slim, pengusaha kaya raya asal Mesksiko yang membangun kekayaannya di industri telekomunikasi, adalah orang terkaya di dunia dengan total kekayaan 69 miliar dolar Amerika Serikat, menurut majaloah Forbes. (jk/ik)

