Oxfam: Perdagangan Amunisi Dunia Empat Miliar Dolar Setahun

  • Indonesia Siap Ambil Alih Teknologi-Manajemen Inalum

    Antara

    Kuala Tanjung (ANTARA) - Pemerintah Indonesia siap mengambil alih teknologi dan manajemen semua kepemilikan saham PT Indonesia Asahan Aluminium (Inalum) dari Jepang yang selama 30 tahun sebagai pemegang saham terbesar dan akan berakhir kontrak kerjasamanya pada 30 Oktober 2013. "Kita tidak bergantung dengan Jepang dan siap melanjutkan pembangunan PT Inalum melalui Badan Usaha Milik Negara mulai 1 Nopember 2013," tegas Direktur Umum dan Sumber Daya Manusia PT Inalum Ir. Nasril Kamaruddin, MBA di

  • Produksi Gas Blok Natuna Mayoritas untuk Indonesia

    Produksi Gas Blok Natuna Mayoritas untuk Indonesia

    Tempo
    Produksi Gas Blok Natuna Mayoritas untuk Indonesia

    TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Jero Wacik mengaku telah menjalin kesepakatan kontrak eksplorasi gas di Blok East Natuna bersama PTT Exploration and Production. Kesepakatan tersebut terutama mengenai alokasi pembagian produksi gas.

  • Jadikan Longsor di Freeport Sebagai Pelajaran

    Tempo

    TEMPO.CO, Jakarta -Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Jero Wacik mengungkapkan bahwa kejadian longsor di pertambangan Freeport bisa dimanfaatkan sebagai momentum untuk melakukan cek ulang kondisi seluruh tambang di indonesia. "Teknologi Freeport itu paling baik untuk melakukan tambang bawah tanah, tapi tetap saja bisa longsor. Apalagi dengan tambang lainnya?" ungkap Jero saat di Gedung Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian pada Jumat, 17 Mei 2013.

New York (AFP/ANTARA) - Perdagangan amunisi dunia saat ini mencapai empat miliar dolar AS setahun dan tumbuh lebih cepat daripada perdagangan senjata api global, kata organisasi non-pemerintah Oxfam, Rabu.

Laporan Oxfam, yang diterbitkan menjelang putaran baru pertemuan perdagangan senjata di New York, memperkirakan bahwa sekitar 12 miliar peluru dibuat setiap tahun. Peluru sejumlah itu "cukup untuk membunuh hampir setiap pria, perempuan dan anak-anak di planet ini dua kali."


Perdagangan amunisi untuk senjata laras pendek bernilai 4,3 miliar dolar AS, sementara perdangan senjata api dan senjata-senjata ringan senilai 2,68 miliar dolar AS, menurut laporan bertajuk "Hentikan Peluru, Hentikan Perang."


Oxfam mengeluarkan laporan itu untuk menyeru disepakatinya peraturan perdagangan yang lebih baik, termasuk dalam perjanjian perdagangan senjata yang sedang dinegosiasikan. Putaran berikutnya dari pertemuan itu dijadwalkan berlangsung pada Juli.

Organisasi itu mengatakan bahwa hanya sejumlah kecil negara-negara di dunia melaporkan ekspor amunisinya, dan hampir tidak ada pengawasan dari badan-badan antar-pemerintah.

Para peneliti Oxfam menemukan bahwa kekosongan informasi terbesar laporan perpindahan amunisi terjadi di negara-negara yang dikoyak perang, seperti Somalia dan Afghanistan.

Laporan itu mengatakan banyak peluru diberikan pada kelompok-kelompok bersenjata yang kemudian memperpanjang konflik-konflik tersebut.

Hanya 34 negara yang telah melaporkan secara terbuka kegiatan ekspor senjata sejak 2006, 28 diantaranya menyebutkanrincian dari ekspor amunisi mereka, termasuk Inggris, Prancis dan Amerika Serikat.

Sejumlah negara, termasuk Amerika Serikat, Suriah dan Mesir, telah menyuarakan posisi mereka yang menentang masuknya pembahasan mengenai amunisi dalam rancangan kesepakatan yang tengah dibahas, menurut Oxfam.

Organisasi itu mengatakan penjualan peluru harus dipayungi oleh kesepakatan baru.

"Senjata akan menjadi sia-sia tanpa peluru, peluru adalah apa yang mengubah senjata menjadi senjata yang mematikan," kata Anna Macdonald, kepala kampanye pengendalian senjata di Oxfam.

"Ini mutlak jika penjualan amunisi masuk dalam perjanjian dan diatur lebih baik," kata Macdonald.

"Tidak ada kendali global pada aliran amunisi dan tidak ada sistem pelaporan global untuk mengikuti aliran milyaran peluru-peluru itu. Itu harus dirubah," katanya.(ar)

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.

POLL

Apakah Anda percaya pengerjaan proyek MRT yang sudah resmi dimulai akan berjalan tepat waktu sesuai rencana?

Memuat...
Opsi Pilihan Jajak Pendapat