Penghargaan buat SBY

Pabrik Baru Polycem Indonesia akan Selesai di 2013

  • Ancaman Bagi BPR Segera Tiba

    Plasadana

    PLASADANA.COM - Menjelang diberlakukannya Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) atau pasar tunggal ASEAN di sektor perbankan pada tahun 2020, pangsa pasar Bank Perkreditan Rakyat (BPR) diprediksi akan semakin tergerus. Direktur Penelitian dan Pelatihan Ekonomika UGM, Sri Adiningsih menilai, dengan dibukanya industri keuangan secara bebas, bank asing akan berlomba masuk ke pasar Indonesia. Termasuk, menyasar sektor mikro dan UMKM yang selama ini menjadi tumpuan dari BPR. ...

  • Ini Dasar Penyegelan 12 Sumur Petro China

    Ini Dasar Penyegelan 12 Sumur Petro China

    Tempo
    Ini Dasar Penyegelan 12 Sumur Petro China

    TEMPO.CO, Jakarta - Sekretaris Daerah Kabupaten Tanjungjabung Timur, Aripuddin, mengatakan PT Petro China menolak membantu bahan baku hasil gasnya untuk program pembangunan Perusahaan Listrik Tenaga Gas. Program ini digagas Bupati Tanjungjabung Timur Zumi Zola.

  • Petro China Tegaskan Sumur Migasnya Kantongi Izin

    Petro China Tegaskan Sumur Migasnya Kantongi Izin

    Tempo
    Petro China Tegaskan Sumur Migasnya Kantongi Izin

    TEMPO.CO, Jambi - PT Petro China Jabung International LTD menyatakan telah mengantongi izin sesuai Surat Keputusan Bupati Tanjungjabung Timur Nomor 113 Tahun 2006. Surat dikeluarkan di Muarasabak, ibu kota Kabupaten Tanjungjabung Timur, pada 2 Februari 2006.

Laporan Wartawan Tribun Jakarta Arif Wicaksono

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - PT Polychem Indonesia Tbk (ADMG), emiten produsen poliester, ethylene, glycol dan petrokimia, serta benang nilon, menargetkan pembangunan pabrik ethylene oxide derivative (EOD) akan selesai dan mulai berproduksi di semester pertama tahun 2013.

Awalnya Perseroan menargetkan, pabrik akan selesai dan bisa berproduksi pada tahun ini, tapi terhalang oleh izin dari BKPM. Akhirnya penyelesaian pabrik tertunda hingga bulan Juni 2013.

"Sekarang ini masih mengurus perizinan itu, dan perizinan serta mulai produksi pabrik tersebut dipastikan pada bulan Juni tahun depan," ujar Richard I Tursadi, Management Accounting, Budget &Control Manager Polychem, usai paparan publiknya, di Hotel Shangrila, Jakarta, Senin, (10/12/2012).

Ia menjelaskan, perseroan telah menganggarkan belanja modal yang
diambil dari kas internal sebesar 17,5 juta dollar AS pada tahun ini.

Dana itu, untuk pembangunan pabrik EOD di atas lahan seluas 15 hektare (Ha). Sementara, hingga saat ini, dana tersebut baru berhasil terserap sebesar 9 juta dollar AS. Dengan demikian Perseroan akan merealisasikan sisa dana tersebut di tahun 2013.

"Dana capex tahun ini tidak berhasil terserap semuanya, dan akan kami
lanjutkan untuk penyelesaian pabrik EOD di tahun 2013. Dengan demikian, untuk tahun depan, kami tidak menganggarkan belanja modal lagi alias tidak ada ekspansi," jelasnya.

Menurutnya, kapasitas awal untuk di pabrik ini yaitu sebesar 44 ribu ton per tahun, setelah berjalan kapasitas pabrik EOD milik Perseroan ini akan meningkat menjadi dua kali lipat atau menjadi 88 ribu ton per tahunnya. (*)

BACA JUGA:

  • Pelayaran Nasional Targetkan Laba Bersih Capa...
  • Pertamina Akuisisi 3 Anak Perusahaan Anadarko...
  • Santika Premiere Dyandra Raih The Best 4 Star...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.

POLL

Yakinkah Anda, wanita-wanita yang terlibat dengan Ahmad Fathanah akan dikenakan sanksi hukum?

Memuat...
Opsi Pilihan Jajak Pendapat