Kenaikan BBM

Pakistan - AS Bahas Solusi Serangan Pesawat Tak Berawak

Islamabad (ANTARA/Xinhua-0ANA) - Pakistan mengatakan pada Kamis bahwa pembicaraan masih berlangsung dengan Amerika Serikat mengenai serangan-serangan pesawat tak berawak di wilayah kesukuan negara itu untuk mencapai solusi yang bisa diterima bersama.

Pesawat mata-mata AS secara teratur melakukan serangan di daerah kesukuan Pakistan meski ditentang oleh Islamabad, yang mengatakan bahwa serangan itu adalah kontraproduktif dan melanggar kedaulatannya.

Washington telah menolak seruan-seruan Pakistan untuk menghentikan serangan pesawat tak berawak, dan bersikeras bahwa tindakan itu efektif untuk melenyapkan Al Qaida dan gerilyawan Taliban, yang bersembunyi di daerah suku Pakistan.

"Pakistan memiliki sikap jelas mengenai serangan-serangan pesawat tak berawak bahwa tindakan itu adalah kontraproduksi, pelanggaran atas wilayah kedaulatan kita dan melawan hukum internasional," kata juru bicara Kementerian Luar Negeri Moazzam Khan.

Menjawab pertanyaan tentang pembukaan kembali jalur suplai bagi pasukan NATO di Afghanistan, jurubicara itu mengatakan bahwa seluruh proses ulang keterlibatan dengan Amerika Serikat dan NATO dilakukan secara transparan.

Dia mengatakan, keputusan untuk memblokir pasokan NATO pada November tahun lalu diambil untuk memastikan bahwa kedaulatan tidak dilanggar dan garis-merah dihormati.

Dia mengatakan selama percakapan lewat telepon dengan Menteri Luar Negeri Hina Rabbani, Menteri Luar Negeri AS Hilary Clinton tidak hanya menyatakan maaf tetapi juga menyatakan bahwa negaranya menghormati kedaulatan Pakistan.

"Pakistan dan Amerika Serikat bekerja berdasarkan suatu perjanjian tentang bagaimana untuk memudahkan proses ulang keterlibatan," kata Khan.

Menanggapi pertanyaan, ia mengatakan Amerika Serikat akan segera mengucurkan sejumlah besar uang ke Pakistan berdasarkan Dukungan Dana Koalisi.

Juru bicara itu mengatakan, Menteri Luar Negeri Hina Rabbani Khar akan berkunjung ke Jepang pada Minggu untuk menghadiri konferensi Tokyo mengenai Afghanistan.

Konferensi 8 Juli itu akan mempertemukan perwakilan dari sekitar 70 negara dan badan-badan antar pemerintah, di antara peserta lain.


Konferensi Tokyo bertujuan untuk membuka jalan bagi pembangunan berkelanjutan di Afghanistan, dengan mempertimbangkan situasi setelah 2014.

Khan mengatakan bahwa Pemerintah Afghanistan akan menyajikan program prioritas nasional dan peserta konferensi akan melihatnya sebagai cara untuk memberikan dukungan.(rr)


PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.