Penghargaan buat SBY

Pakistan Tewaskan Enam Gerilyawan dari Afghanistan

Peshawar (AFP/ANTARA) - Para petugas keamanan Pakistan mengatakan pada Senin, bahwa puluhan gerilyawan menyusup ke perbatasan Afghanistan untuk menyerang pos pemeriksaan di distrik barat laut yang bergolak untuk kedua kali dalam delapan hari.


Para petugas mengatakan bahwa enam gerilyawan tewas dalam insiden itu pada Minggu, serangan terakhir yang menimbulkan tanda tanya tentang apakah Taliban di Pakistan telah bergabung kembali di Afghanistan sejak melarikan diri dari serangan militer pada tiga tahun lalu.


Para gerilyawan tewas setelah melintas ke Desa Sabir Killey di daerah Soni Darr, wilayah dari Upper Dir, dan salah seorang petugas mengatakan kepada AFP bahwa "baku tembak terus berlangsung sampai larut malam".


Petugas lain mengatakan ada laporan bahwa "ratusan gerilyawan" sedang berkumpul di Provinsi Kunar, sebelah timur Afghanistan, dan mungkin akan mencoba untuk menyusup lagi.


"Pihak berwenang telah mengingatkan para laskar lokal (milisi suku) di tengah kekhawatiran akan terjadinya bentrokan yang lebih besar," katanya kepada AFP tanpa menyebut nama.


Para petugas intelijen mengatakan bahwa para penyerang adalah pendukung setia ulama Pakistan Maulana Fazlullah, yang melarikan diri ke Afghanistan ketika tentara merebut kembali Lembah Swat setelah pemberontakan di Taliban dua tahun yang berakhir pada 2009.


Swat yang bertetangga dengan Upper Dir merupakan rute transit utama antara Afghanistan dan Pakistan.


Lembah ini pernah menjadi tujuan wisata populer dan tidak seperti daerah semiotonom suku di perbatasan Afghanistan, terletak hanya 100 kilometer dari Islamabad, ibu kota Pakistan.


Taliban telah menyiarkan video yang menunjukkan kepala terpenggal dari 17 tentara Pakistan yang kata mereka tewas dalam serangan lintas batas serupa terhadap pos pemeriksaan di Soni Darr pada 24 Juni.


Seorang petugas senior menegaskan bahwa ke-17 orang dalam video itu adalah petugas keamanan.


Afghanistan dan Pakistan saling menyalahkan atas kekerasan Taliban yang mengganggu di kedua sisi perbatasan mereka, yang merupakan wilayah berpegunungan.


Islamabad mengajukan protes keras kepada Kabul selama serangan pada 24 Juni.


Baik Afghanistan dan Amerika Serikat berulang kali menyalahkan Pakistan karena tidak berbuat lebih banyak untuk menghilangkan tempat-tempat persembunyian gerilyawan yang ada di wilayahnya, yang digunakan sebagai pangkalan pelancaran serangan di seluruh perbatasan.


Bulan lalu, komandan pasukan NATO dari Amerika Serikat di Afghanistan menyalahkan jaringan Haqqani yang berpangkalan di Pakistan untuk pengepungan sebuah hotel di tepi danau Kabul yang menewaskan 18 orang.


Menteri Pertahanan Amerika Serikat Leon Panetta pada bulan lalu memperingatkan bahwa Washington kehabisan kesabaran terhadap Pakistan berkaitan persoalan tempat-tempat persembunyian gerilyawan itu. (jk/ik)

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.