Jelajahi Yahoo! Bersama Teman-Teman Anda

Jelajahi berita, video, dan banyak lagi berdasarkan apa yang dibaca dan ditonton teman-teman Anda. Publikasikan aktivitas Anda sendiri dan dapatkan kendali penuh.

Pertama-tama,

AKTIVITAS TEMAN DI YAHOO!

    PAN: Internal KPK Harus Diaudit

    Laporan Wartawan Tribunnews.com Willy Widianto

    TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Partai Amanat Nasional (PAN) melihat ada permasalahan besar di internal KPK. Hal tersebut menyusul ditahannya Anggota Badan Anggaran DPR, Wa Ode Nurhayati terkait kasus korupsi PPID.

    "Ada masalah besar di KPK, langkah-langkah KPK belakangan ini kurang strategis," ujar Wakil Ketua Umum PAN, Drajad Wibowo saat ditemui di Rutan Pondok Bambu, Jakarta, Sabtu(28/1/2012).

    Menurut Drajad, KPK harus segera diaudit di tataran internalnya. Pasalnya, penetapan tersangka kepada rekannya Wa Ode Nurhayati terbilang cukup aneh.

    "KPK harus diaudit internalnya, sesuai kaidah hukum yang berlaku,"jelasnya.

    Meski begitu kata Drajad, Partai Amanat Nasional(PAN) menghormati adanya proses hukum yang dijalani Wa Ode. Hanya saja lanjutnya bukti-bukti yang ada untuk menjerat Wa Ode dinilai prematur dan sumir.

    "Bukti-bukti yang ada masih sumir dan prematur, tapi mungkin nantilah para lawyer Wa Ode yang akan menjelaskan seperti apa,"jelas Drajad.

    Mantan anggota DPR ini kemudian melanjutkan pihaknya juga siap memberikan bantuan baik politis dan hukum kepada Wa Ode. Bahkan, apabila pada saatnya nanti, Wa Ode akan membeberkan fakta-fakta yang menegaskan bahwa Politisi PAN ini tidak terlibat dan bersalah.

    Ketika ditanyakan apakah bukti-bukti tersebut berupa rekaman atau yang lainnya menyangkut keterlibatan pimpinan Badan Anggaran dan Pimpinan DPR, Drajad enggan menjelaskan lebih lanjut. Namun, ia mengatakan bukti berupa rekaman sebelumnya sudah dibeberkan kepada penyidik di KPK.

    "Bukti-bukti itu sudah dibeberkan di proses penyidikan kemarin," katanya.

    PEDOMAN KOMENTAR

    Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


    Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar nuansa kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


    Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.

     

    42 komentar

    • GRAFF  •  3 bulan yang lalu
      harapan kita sama kpk dengan ketua baru semakin bagus seperti yg di harapi masyarakat dalam memberantas korupsi. jangan seperti yg ketua lama yg tersandra dalam penegakan hukum.
    • MIKE001X  •  3 bulan yang lalu
      DPR uda kayak sarang penyamun alias maling berdasi. uda... percayakan saja sama KPK, wong harapan rakyat untuk penegak keadilan tinggal KPK, KPK bekerjalah profesional selamatkan bangsa ini dari kebobrokan, dengan penyertaan sang Maha pencipta pasti bisa mungkin kalian tidak akan mendapat uang sebanyak koruptor di dunia dan cercaan serta ancaman yang kalian dapatkan karena itulah dunia, apapun agama kalian sang khalik pasti akan memberikan yang terbaik untuk kalian (KPK Team) baik di dunia ataupun sesudahnya..
    • Mustax  •  3 bulan yang lalu
      TUNJUKKANLAH JIWA BESAR ANDA, NANTI JUGA TERLIHAT MANA YANG BENAR MANA YANG SALAH. KALO PERLU MINTA LA ODE MEMBUKA SEMUA BOROK DI BANGGAR ITU BARU PAHLAWAN.
    • Zulfan  •  3 bulan yang lalu
      WAJARLAH MEMBELA ANGGOTANYA, NAMANYA SATU KUMPULAN, HEHEHEHEHE
    • Flavia  •  3 bulan yang lalu
      Hahahahaha Dasar PARPOL LUH !!!!
    • Abd. Rahman Razak  •  3 bulan yang lalu
      makanya saudari wa ode jangan sok bersih kalau tidak betul-betul bersih dan mampu menjaga integritas diri dalam rimba mafia yang di DPR. ini adalah peringatan bagi siapa saja yang berniat untuk menjadi anggota DPR di masa datang agar berpikir ulang dan mempersiapkan mental spiritual yang kuat karena saudara akan memasuki rimba pergulatan yang sangat ganas dengan lebih mengutamakan kepentingan pribadi dan kelompok di atas kepentingan rakyat yang memilihnya. kasian negeri ini, kapan majunya?
    • Abdul  •  3 bulan yang lalu
      Siapa yg mengungkap dialah yg akan diperiksa bahkan dijadikan tersangka,,,,,, ini sudah sering terjadi contohnya kepada Susno, Nazarudin, dan masih banyak lagi termasuk Wa Ode yg beberapa hari lalu menjadi tersangka. Itu hukum direpublik ini yg bisa dipermainkan oleh elit politik. Hukum diatas segalanya hanyalah selogan semata.
    • Sabilillah  •  3 bulan yang lalu
      Mas Drajat Wibowo, rasanya memang benar kesucian KPK harus diuji. Tapi kan bunda Wa Ode terima suap ? Namanya nyapu dengan sapu belepotan. Inyong kecewa berat.
    • Surya Dharma  •  3 bulan yang lalu
      dah mulai ni politukus busuk mencari kambing itam lagi, habis kambing putih sdh menjadi maskot minuman merk kamput, hehehehhe .......... parpol,parpol ...... sok bersih ...... !
    • Selamet Isro'  •  3 bulan yang lalu
      Selama penegak hukumnya tak dibersihkan oknumnya dengan hukuman yang membuat jera ( mati atau ex bangsat ) justru pemberantasan korupsi dijadikan pelampiasan dendam untuk menghukum seberat-beratnya tanpa keadilan ( saksi & bukti masih dijadikan lahan rekayasa ) disamping melakukan pemborosan anggaran negara tanpa peduli dengan uang dan harta koruptor yang bisa dikembalikan ke negara ..ingat mati pasti neraka tempat kembalinya tanpa sedikitpun bisa merasakan baunya surga karena tergolong pengkhianat atau munafik sejati sebagai hamba syetan terkutuk
    • Joko  •  3 bulan yang lalu
      buruk muka cermin dibelah.ckckckckkc
    • Denok Marinten  •  3 bulan yang lalu
      Sayang...... Kalo terbukti dipersidangan, Wa Ode N ternyata Maling teriak Garong....., tapi kalo sdh ditetapkan sbg tsk oleh KPK .....kebanyakan benar dan pasti diPenjara...... ck ck ck........ masyrkt jd bingung To...? Mana yg Bener2 jujur /benar/bersih dan mana yg Maling/Garong/Kotor....? hampir tdk ada Bedanya..
      • Agus 3 bulan yang lalu
        JGN KELIRU LOH YAA,,KPK HANYA LEMBAGA ORNGNYA BERMACAM2, SUDAH ADA BEBERAPA SETELH SIDANG TDK BERSALAH MALH DIVONIS BEBAS...
    • Benny Suyanto  •  3 bulan yang lalu
      tentunya KPK tidak asal tahan tanpa ada bukti, nanti si Wa ode akan ngoceh tuh, nggak mungkin mau sakit sendiri, pasti nggak enak ditahanan walaupun banyak senyumnya, maling nggak mungkin ngaku, sesama partai pasti mbela konco he..he, rasaiiin deh......
    • Imam Soepardjan  •  3 bulan yang lalu
      Lha iya, kalau KPK jga mau diaudit, berarti ndak percaya.kan yang milih Ketua KPK, Bpk2 di DPR,harusnya ndukung KPK sepenuhnya, jangan malah serangan balik ke KPK ,dg melemahkannya.pantas dulu mau mbubarkan KPK takut ya.. tolong hati2 komentar pak.rakyat ngawasi Bapak2 lho.sbg wakilnya....
    • dedi  •  3 bulan yang lalu
      lebih baik dibelikan beras buat rakyat miskin dan dipakai buat rumah tidak layak huni yang lebih banyak
    • Kesper  •  3 bulan yang lalu
      wajah lugu dan polos bukan jaminan tdk melakukan korupsi....
      seharusnya PAN desak kpk jgn tebang pilih.....
      ini ,,seperti nya sudah di atur penahanan nya''
      stu dari demkrat satu dari PAN,,,,,,
      SAMA2 KASUSNYA PENGGIRINGAN PROYEK,,,,,
      AKIBATNYA 2014 RKYAT TDK AKAN MEMILIH KEDUA PARATI INI JADINYA KLU BEGINI SAMA2 MALING ADA DI DALAM PARTAI,
      • ketut 3 bulan yang lalu
        yA KAYA SEPERTI WAJAH2 BOS BESAR PARTAI YG BERKUASA SAAT INI...SBY, AU. IBAS...SEMUAX WAJAHX KAYA POLOS WEWWKKKKKKK.......
    • Yahoo  •  3 bulan yang lalu
      PAN SOK suci...NGACA WOI,,!!
    • Aw  •  3 bulan yang lalu
      Politisi indonesia ud pada GILA........ud pada ngk tau mana yg bener lg.....TOLOL....yg milih ketua dan anggota KPK kan anggota DPR skrang meragukan kinerjanya KPK ,hi drajat!! klw mau waras jangan masuk partai jd ikut GILA jg jadinya lu.apa krn mata lu satu jd ngk jelas liat keputusan nya KPK.ampun.........
    • Jaya  •  3 bulan yang lalu
      ck..ck..ternyata didalam parpol sok Islam juga ada maliiiing...!
    • idttmgnpth  •  3 bulan yang lalu
      Drajad, lu audit dulu itu PAN baru audit KPK, terima aja dengan lapang dada kalau ada anggota lu yg maling ditangkap KPK, masak yg maling ayam aja yg harus ditangkap.