PAN Masih Tetap Dukung Foke-Nachrowi

Laporan Wartawan Tribun Jakarta Mochamad Faizal Rizki

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Partai Amanat Nasional(PAN) menegaskan belum mencabut dukungan kepada duet Foke-Nachrowi di pilkada DKI Jakarta, meski diketahui pasangan itu jeblok dalam perolehan suara penghitungan cepat(quick count).

"Setelah mempelajari masukan dari kader dan jaringan di bawah, belum ada keputusan, apakah nanti akan mencabut dukungan atau tetap mendukung Foke, yang jelas hingg saat ini DPP memutuskan untuk mendukung Foke," kata Ketua DPP PAN, Bima Arya Sugiarto di Balai Kartini, Jakarta, Jumat(13/7/2012) malam.

Menurut Bima untuk putaran kedua nanti, sikap PAN belum diputuskan dalam rapat DPP.

"Pilihannya hanya dua, mencabut dukungan atau tetap mempertahankan dukungan, yang jelas saat ini PAN masih bersama Foke," jelasnya.

Terkait hasil pemilukada DKI Jakarta pada putaran pertama, Bima memandang kekalahan Foke-Nachrowi pada hasil penghitungan cepat beberapa lembaga survey dikarenakan ada kader yang terpecah.

"Kader kita terpecah, ada yang ke Foke, Hidayat, dan Faisal Basri, sehingga mesin partai kurang optimal untuk mendulang suara,"kata Bima.

Bima menambahkan, jebloknya suara Foke-Nara pada putaran pertama pemilukada DKI Jakarta disebabkan pula karena lebih kuatnya sentimen tokoh, karakter dan isu daripada sentimen partai.

"Ke depan perlu penguatan karakter, kalau sekedar branding atau meningkatkan awareness tidak begitu efektif, namun pemilih itu seharusnya didekati dengan hati," pungkasnya.

Berita Terkait: Pemilihan Gubernur DKI
  • Kubu Foke akan Bongkar Permainan Politik Uang Jokowi
  • Lemah di Media Sosial, Penyebab Jebloknya Suara Foke
  • Adik Kandung Ahok Bangga Kakaknya dan Jokowi Unggul
  • Bupati Belitung: Apa Sih Track Record Ahok?
  • Foke Kirim Salam untuk Jokowi
  • Percakapan di Media Sosial Bisa Prediksi Hasil Pemilukada
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.

POLL

Yakinkah Anda, wanita-wanita yang terlibat dengan Ahmad Fathanah akan dikenakan sanksi hukum?

Memuat...
Opsi Pilihan Jajak Pendapat