Perang Lawan Geng Motor

Panwaslu Tak Perlu Keterangan Prabowo Lagi

TEMPO.CO, Jakarta -Setelah dua kali mangkir dari pemeriksaan dugaan kampanye di luar jadwal, Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) DKI Jakarta tak akan memanggil Prabowo Subianto, Ketua Umum Asosiasi Pedagang Pasar Seluruh Indonesia. »Pernyataan dari APPSI sudah cukup,” kata Ketua Panwaslu DKI Jakarta, Ramdansyah di Gedung Persada Sasana Karya, Kamis, 6 September 2012.

Panwaslu DKI Jakarta sebelumnya telah dua kali memanggil  Ketua Dewan Pembina Gerindra itu. Pada pemanggilan pertama, Sabtu, 1 September 2012 lalu, Prabowo mangkir dengan alasan padatnya jadwal. Ketua DPD Gerindra Jakarta Muhammad Taufik meminta Panwaslu menjadwalkan ulang pemanggilan Prabowo, Senin, 3 September 2012. Namun, Prabowo tetap mangkir dengan alasan tengah berada di Paris, Prancis.

Prabowo digantikan Ketua Harian APPSI sekaligus Wakil Ketua Fraksi Gerindra Supriyatno, Sekjen APPSI Ngadiran dan Ketua Penelitian dan Pengembangan APPSI Setyo Edi.

Pemanggulan Prabowo merupakan tindak lanjut dari laporan Tim Fauzi – Nachrowi. Prabowo Subianto diduga kampanye di luar jadwal. Laporan itu disertai rekaman dua materi iklan yang sempat tayang pada 27 September 2012 di empat stasiun televisi swasta yaitu TV One, Metro TV, Trans TV dan Trans 7. Masa kampanye baru akan dimulai pada 14 - 16 September 2012.

Dalam kedua iklan ini Jokowi dan Basuki ditampilkan. Rekaman pertama menampilkan pula Prabowo Subianto bersama pedagang mengajak memilih Jokowi sebagai Gubernur DKI Jakarta. Di ujung iklan ini, dia berucap, »Saya Prabowo Subianto memilih Jokowi-Basuki untuk Jakarta yang lebih baik." Iklan ini sebelumnya sudah beredar pada pemilihan putaran pertama.

Sedangkan iklan kedua merupakan iklan baru yang dibuat untuk putaran kedua. Iklan ini juga dibuat Asosiasi Pedagang Pasar Seluruh Indonesia meski tidak menampilkan Prabowo. Bunyi iklan itu antara lain: "Pada 20 September, masyarakat Jakarta punya dua pilihan....Mari kita bangun Jakarta yang baru dan pemimpin yang dapat kita percaya membuat perubahan. Jokowi."

AMANDRA MUSTIKA MEGARANI

Metro Terpopuler

Bahan Peledak Ditemukan di Tambora

Pengurangan Titik 3 in 1 Tak Pengaruhi Kemacetan

Karyawan PDAM Tangerang Salat Minta Hujan

Polisi Kembali Periksa Rumah Thorik

Puluhan Orang Keracunan Makanan di Bogor

Ibu Pemilik Bahan Peledak Dibawa ke Mabes Polri

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.

POLL

Yakinkah Anda, wanita-wanita yang terlibat dengan Ahmad Fathanah akan dikenakan sanksi hukum?

Memuat...
Opsi Pilihan Jajak Pendapat