Penghargaan buat SBY

Papua Barat Siapkan 2.300 Hektare Lahan Kedelai

TEMPO.CO , Jayapur: Kepala Dinas Pertanian, Peternakan dan Ketahanan Pangan Papua Barat, Harry Triely Uhi, mengatakan pihaknya mulai menyiapkan lahan penanaman kedelai 2.300 hektare di Manokwari tahun ini. Penyediaan lahan merupakan syarat pengembangan setelah panen raya kedelai 1.5 ton per hektare di Distrik Sidey, Kabupaten Manokwari, 28 Juli 2012 lalu.

»Panen perdana melebihi perhitungan nasional, produksi kedelai nasional hanya 1.3 ton per hektare,” kata Harry, Rabu, 1 Agustus 2012.

Ia mengatakan pada 2013 rencana pengembangan lahan tanam kedelai menjadi 4.600 hektare. »Untuk swasembada, kami sifatnya masih mendukung, karena ini bicara dukungan memadai, keuangan dan manajemen yang tepat,” ucapnya.

Pemerintah Provinsi Papua Barat, kata Harry, terus berusaha memancing perhatian petani untuk menanam kedelai. Selain Manokwari, lokasi tanam kedelai akan dibuka juga di Kabupaten Teluk Bintuni, Sorong, Sorong Selatan, Teluk Wondama, Maybrat, Fak-Fak dan Kaimana. »Secara nasional, ada krisis kedelai, tapi di Manokwari, kita malah mendapat berkat luar biasa,” katanya.

Sebelumnya, panen raya kedelai di Distrik Sidey Satuan Pemukiman (SP) 11, Kabupaten Manokwari dihadiri Gubernur Papua Barat Abraham Aturury, Wakil Gubernur Papua Barat Rahimint Katjong serta sejumlah kepala Satuan Kerja Perangkat Daerah Papua Barat.

Panen itu berbanding terbalik di saat harga komoditas kedelai secara nasional meningkat, dan produsen tahu tempe mogok kerja. Panen raya diharapkan dapat memberi nilai tambah secara ekonomi kepada petani kedelai di Manokwari. »Kita juga bekerja dengan dinas lain, misalnya UKM dan koperasi yang berupaya membangun pos penampungan kedelai, termasuk mendirikan koperasi petani kedelai, kemudian Perindakop diharap dapat menyiapkan rantai pemasaran ke luar Manokwari. Ini sangat diperlukan,” kata Harry.

Panen kedelai di lahan seluas 100 hektare itu, ditandai dengan penandatanganan kesepakatan bersama Dinas Pertanian, Dinas Perindustrian dan Perdagangan, termasuk Dinas Koperasi dan UKM Papua Barat untuk memasarkan hasil panen kedelai Manokwari.

»Sebelumnya Dinas Pertanian Manokwari sempat khawatir dengan tata niaga kedelai dari Manokwari, pasalnya Manokwari pernah berkelimpahan kedelai, namun tidak bisa dipasarkan,” kata Harry.

Ia mengungkapkan jika gudang penampungan belum dimiliki Pemerintah Kabupaten Manokwari, dapat memicu rusaknya kualitas kedelai apabila tertahan lama di petani. »Kedelai kita tanpa menggunakan pupuk pabrik berbahan kimia. Kita juga akan terus mendorong petani lokal meningkatkan jumlah produksi kedelai,” ucapnya.

Usai panen raya Sabtu lalu, Gubernur Papua Barat Abraham Aturury memberikan bantuan pertanian seperti hand tractor dan bibit kedelai pada petani.

JERRY OMONA

Berita lain:

Djoko Susilo ''Menghilang''  

Begini Cara Robert Pattinson Lampiaskan Sakit Hati

Polisi Dinilai Hambat Tugas KPK

Dilepas City, Mancini Pindah ke Klub Spanyol

Pelapor Korupsi Simulator SIM Siap Buka-bukaan

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.

POLL

Yakinkah Anda, wanita-wanita yang terlibat dengan Ahmad Fathanah akan dikenakan sanksi hukum?

Memuat...
Opsi Pilihan Jajak Pendapat