Perang Lawan Geng Motor

Para Pakar: Korut Siap Lakukan Uji Nuklir Ketiga

Seoul (AFP/ANTARA) - Korea Utara tampaknya telah menyelesaikan persiapan untuk uji coba nuklir ketiga dan sedang menunggu keputusan politik untuk maju dengan rencana itu, kata seorang ahli nuklir pada pemerintah Korea Selatan Rabu.

Para ahli juga mengatakan negara komunis itu kemungkinan akan menggunakan uranium sangat diperkaya (HEU) untuk uji coba mendatang, dan mungkin telah menghasilkan cukup HEU untuk membuat antara

tiga sampai enam bom selain persediaan plutoniumnya.

Ada spekulasi luas bahwa Korea Utara akan menggelar ulang tes

peluncuran roket jarak jauhnya yang gagal bulan lalu, yang memancing kecaman Dewan Keamanan PBB.

Kecaman serupa juga dilakukan pada peluncuran tahun 2006 dan 2009 yang diikuti oleh uji coba senjata atom.

Foto-foto satelit dari situs uji coba Punggye-ri di timur laut

menunjukkan pekerjaan-pekerjaan sedang berlangsung.

"Korea Utara tampaknya telah selesai persiapan teknis untuk

uji coba nuklir ketiga. Apa yang tersisa sekarang adalah keputusan politik," kata ahli tersebut yang tak bersedia menyebut namanya kepada wartawan.

Dia mengatakan Korea Selatan dan pihak berwenang intelijen AS memantau kegiatan di Punggye-ri.

Korea Utara menutup reaktor penghasil plutonium Yongbyon pada 2007 sebagai bagian dari kesepakatan perlucutan senjata internasional yang kemudian ditinggalkan.

Pada tahun 2010 pihaknya mengungkapkan kepada ilmuwan AS yang mengunjungi pabrik pengayaan uranium di Yongbyon dengan 2.000 sentrifugal.

Para ilmuwan mengatakan pabrik itu untuk memberi pasokan reaktor air ringan bagi pembangkit listrik, namun dengan mudah bisa dikonfigurasi ulang untuk membuat materi pada tingkat yang diperlukan untuk pembuatan senjata.

Korea Utara diperkirakan telah memproduksi cukup plutonium untuk enam sampai delapan senjata sebelum ditutup.

Ahli Korea Selatan itu mengatakan 2.000 sentrifugal akan mampu

memproduksi 40 kg (88 pon) HEU setiap tahun. Dengan asumsi pabrik pengayaan itu mulai beroperasi pada tahun 2009, maka bisa menghasilkan HEU cukuo untuk tiga sampai enam bom.

Dia mengatakan analisis isotop xenon yang mencapai atmosfer dua sampai empat hari setelah tes bisa menetapkan apakah perangkat itu merupakan plutonium atau HEU bom. (jk)

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.