Tokyo (AFP/ANTARA) - Para pengungsi banjir di Jepang mulai kembali ke rumah mereka untuk memulai pembersihan besar-besaran pada Senin setelah hujan besar memaksa ratusan ribu mengungsi dan menyebabkan sedikitnya 32 orang tewas atau hilang.
Tayangan televisi menunjukkan penduduk menyekop lumpur dari rumah mereka, sementara alat berat dikerahkan unutuk menyingkirkan pohon tumbang dan puing-puing dari jalan.
Curah hujan tinggi telah menghancurkan wilayah di barat daya Jepang, dengan sungai-sungai meluap, dan rumah-rumah dibanjiri lumpur.
Tentara dikerahkan pada Minggu untuk mengangkut persediaan bagi mereka yang terjebak oleh tanah longsor dan banjir, sementara pihak berwenang setempat mengirim helikopter penyelamat untuk mengangkut sejumlah manula ke rumah sakit.
Jumlah korban tewas akibat tanah longsor dan banjir meningkat menjadi 26 orang, dengan tim penyelamat di pulau Kyushu masih mencari enam orang yang hilang.
"Kami berupaya untuk menyingkirkan puing-puing karena jalanan masih tertutup lumpur di banyak titik," kata Masatatsu Minoda, seorang pejabat dari prefektur Kumamoto di pulau Kyushu, pada AFP melalui telepon.
"Pekerja yang terlibat dalam upaya pembersihan juga mewaspadai kemungkinan tanah longsor susulan. Kami mungkin harus berhenti bekerja jika hujan deras turun lagi."
Badan meteorologi mengatakan hujan telah mereda, namun memperingatkan hujan yang lebih deras akan turun di utara Kyushu pada Senin dan dapat memicu tanah longsor lagi.
Sebagian besar dari 400.000 orang yang diperintahkan atau dianjurkan untuk meninggalkan rumah mereka di pulau yang dilanda hujan deras telah diizinkan untuk kembali ke rumah, setelah pemerintah mulai mengeluarkan perintah evakuasi pada Minggu. Namun sekitar 6.000 orang masih dalam instruksi untuk menjauh.(nh/ik)


