Parpol Masih Mewarisi Cara Politik Orba

Liputan6.com, Jakarta: Pengamat Politik Universitas Indonesia (UI) Boni Hargens menilai parpol masih mewarisi cara berpolitik Orde Baru yakni terjebak dalam lingkaran setan kartel politik. Kartel itu, menurut Boni, mengatur bagaimana politik berproses, sehingga demokratisasi di Indonesia sesudah Soeharto tidak memperlihatkan perubahan dalam mutu.

"Parpol di Indonesia saat ini masih mewarisi pola Orde Baru yang dikontrol kartel oligarki. Sehingga, sulit keluar dari jebakan lingkaran setan kekuasaan. Beberapa parpol besar memang sudah digenggam kartel oligarki itu," kata Boni di Jakarta, Jumat (6/7).

Menurutnya, lanjut Boni hanya Partai NasDem yang sedang mencoba meruntuhkan pola kartelisasi parpol tersebut. Sebab, pimpinan oligarki seperti Ketua Dewan Pembina NasDem, Surya Paloh berada di belakang layar dan membiarkan kalangan muda idealis dan intelektual menjalankan roda partai. Model kerja parpol seperti NasDem tidak dipimpin oleh kartel.

"Surya Paloh sedang memberi contoh bagaimana harus membangun tradisi yang populis dimana dirinya tak langsung mengontrol. Akhirnya kita singgung, kepemimpinan muda di NasDem, orang-orang yang tak dikenal, aktivis biasa. Suatu gebrakan baru, partai yang tidak dipimpin kartel," ujarnya.

Intinya, lanjut Boni, sesudah era Orba, demokrasi Indonesia dibajak orang-orang kaya. Mereka itu juga disebut oligarki. Para oligarki ini, berubah wujud dan modus vivendi menjadi kartel karena sesudah 1998 peran partai menguat. Pada era orba, parpol tidak mempunyai peran kuat.

"Kehadiran NasDem dan partai alternatif lain harus dalam konteks membongkar praktek kartel itu. NasDem tidak boleh terjebak dalam sistem kartel yang sama kalau benar mau jadi partai modern dan reformis," tandasnya.(JUM)