Partai Buruh: Netenyahu Bahayakan Eksistensi Israel

REPUBLIKA.CO.ID,NAZARET - Elite Partai Buruh menyerang pemerintah Benjamin Netanyahu dan politik-politiknya soal manajemen pemerintahan yang menghadapkan eksistensi Israel dalam bahaya. Dalam seminar yang digelar di kota Beer Seba pada Sabtu (18/6), mereka menyebut pemerintahan Israel lebih banyak mengomentari peristiwa dibanding mengambil inisiatif. Karenanya, mereka menyampaikan pesimismenya atas menhan Israel Ehud Barack.

Presiden Israel Simon Peres sebelumnya memperingatkan bahwa Israel terdorong untuk justru kehilangan cap yahudi dan demokrasinya pada saat stagnasi politik terkait konflik dengan Palestina. Presiden Israel ini menyampaikan kekhawatirannya terhadap berubahnya Israel menjadi negara dua bangsa.

Ia juga menegaskan sebelumnya bahwa barangsiapa yang menerima perundingan berdasarkan perbatasan jajahan tahun 1967, maka Israel akan mendapatkan dukungan luar dari dunia internasional. Sementara jika menolaknya, maka Israel akan rugi dan dunia pun ikut merugi semuanya.

"Dikhawatirkan akan terjadi sanksi ekonomi terhadap Israel jika kondisi sekarang dan stagnasi politik berlangsung terus," tandas Peres.

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.