Penghargaan buat SBY

Partikel Higgs Mungkin Akan Jadi Penyebab Kiamat

Oleh  Clara Moskowitz LiveScience.com | LiveScience.com

BOSTON - Sebuah partikel subatomik yang ditemukan tahun lalu mungkin akan menjadi penyebab kehancuran alam semesta, kata peneliti.

Massa partikel yang ditemukan di akselerator partikel terbesar di dunia — Large Hadron Collider (LHC) di Jenewa — merupakan bahan utama dalam perhitungan masa depan ruang dan waktu.

"Perhitungan tersebut memberitahu bahwa puluhan miliaran tahun dari sekarang akan ada bencana," ujar Joseph Lykken, seorang ahli fisika teoretis di Fermi National Accelerator Laboratory di Batavia, Illinois pada Senin, 18 Februari 2013, di pertemuan tahunan American Association for the Advancement of Science.

"Mungkin alam semesta yang kita tempati tidaklah stabil, dan pada suatu waktu di miliaran tahun dari semuanya mungkin akan hilang," ujar Lykken, kolaborator di salah satu eksperimen LHC.

Partikel Higgs merupakan manifestasi suatu medan energi yang meresapi alam semesta yang disebut medan Higgs, yang diduga dapat menjelaskan mengapa partikel itu memiliki massa. Setelah mencari selama beberapa dekade untuk bukti bahwa medan dan partikel tersebut memang ada, fisikawan di LHC mengumumkan pada Juli 2012 bahwa mereka telah menemukan partikel baru yang sifatnya dengan tegas mengatakan partikel itu adalah partikel Higgs.

Untuk mengonfirmasi identitas partikel tersebut dengan pasti, lebih banyak data akan dibutuhkan. Namun banyak ilmuwan mengatakan mereka bertaruh jika partikel itu adalah partikel Higgs.

"Penemuan itu secara pribadi sangat mengejutkan," ujar Joseph I. Kroll, fisikawan University of Pennsylvania yang juga bekerja di LHC. "Bagi saya, Higgs adalah semacam, mungkin ada, mungkin tidak. Fakta bahwa partikel itu ada benar-benar suatu prestasi yang luar biasa."

Dan dengan menemukan Higgs, jika benar-benar telah ditemukan, tidak hanya menegaskan teori tentang bagaimana partikel memperoleh massa, tetapi memungkinkan para ilmuwan untuk membuat perhitungan baru yang tidak mungkin dilakukan sebelum sifat partikel diketahui.

Misalnya, massa partikel baru sekitar 126 miliar elektron volt, atau sekitar 126 kali massa proton. Jika partikel itu benar-benar Higgs, massanya ternyata cocok dengan apa yang dibutuhkan untuk membuat alam semesta secara fundamental tidak stabil, dengan cara yang akan menyebabkan kehancuran alam semesta di masa depan.

Itu karena medan Higgs diperkirakan ada di mana-mana, sehingga mempengaruhi ruang hampa dan waktu yang kosong di alam semesta.

"Massa Higgs berhubungan dengan seberapa stabil vakumnya," ujar Christopher Hill, seorang ahli fisika teoritis di Fermi National Accelerator Laboratory. "Tepat berada di sepanjang garis kritis. Hal itu baik saja karena kebetulan alam semesta, atau bisa juga bahwa ada beberapa fenomena fisika yang menjadi penyebab. Hal itu adalah sesuatu yang baru, yang tidak kita ketahui sebelumnya."

Jika massa Higgs hanya berbeda beberapa persen, alam semesta tidak akan hancur, ujar para ilmuwan mengatakan.

Tetapi jika alam semesta berakhir, ada setidaknya satu alasan yang menghibur.

"Anda tidak akan melihat hal itu, karena semua terjadi dengan kecepatan cahaya," ujar Lykken. "Jadi dalam arti lain, tidak perlu khawatir."

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.