New Delhi (AFP/ANTARA) – Pasukan keamanan India pada Senin menyatakan bahwa mereka telah membunuh lima militan asing saat terjadi baku tembak di kawasan hutan, di wilayah Kashmir.
Pasukan yang bertindak sebagai intelijen yang memberikan informasi mengejutkan para pria yang diduga dari kelompok militan Hizbul Mujahideen di hutan Wanghat sekitar 50 kilometer dari kota utama Sinagar, ujar kepala polisi setempat Shahid Mehraj.
"Para militan tewas dalam baku tembak yang sengit dengan tentara dan kepolisian India. Senjata perang Five AK dan sejumlah besar amunisi ditemukan dari mereka," ujarnya kepada AFP.
Kekerasan di Kashmir menurun secara tajam sejak India dan Pakistan memulai proses perdamaian pada 2004 namun baku tembak seringkali terjadi antara para pemberontak dan pasukan keamanan India.
India menyalahkan Pakistan karena mendukung militan Islami di bagian wilayah itu,yang dibantah oleh Islamabad.
Kementerian dalam negeri India memperkirakan sekitar 40.000 orang tewas sejak terjadinya pemberontakan terhadap penguasa India yang terjadi pada 1990, sementara kelompok-kelompok hak asasi manusia dan para separatis menempatkan jumlah korban tewas sebanyak 70.000-100.000 orang.
Kelompok-kelompok hak asasi juga mengatakan sebanyak 8.000 orang "hilang" oleh pasukan keamanan, sementara terdapat banyak kasus tentara meliputi pembunuhan terhadap penduduk Kashmir yang salah dengan menuduh para koorban tewas sebagai militan. (dh/ai)


