PBB (AFP/ANTARA) – Dewan Keamanan PBB memperingatkan para pemberontak Shebab yang terkait Al-Qaeda untuk tidak menghalangi proses perdamaian di Somalia.
15 Anggota dewan menyambut baik diberlakukannya sebuah konstitusi darurat baru pada awal bulan ini oleh Majelis Konstitusi Nasional Somalia, dengan mengatakan bahwa hal itu “menandai tonggak penting” dalam transisi negara bagian timur Afrika tersebut menjadi “pemerintahan yang lebih stabil dan terkendali.”
“Para anggota Dewan Keamanan sangat mengutuk sejumlah upaya (pencegahan) yang saat ini terjadi, termasuk yang dilakukan oleh Shebab, yang berupaya merusak proses transisi tersebut,” kata mereka dalam sebuah pernyataan.
“Mereka menyerukan kembali kesediaan Dewan Keamanan untuk mengambil tindakan terhadap para pelaku internal maupun eksternal yang terlibat dalam upaya merusak proses perdamaian dan rekonsiliasi.”
Para anggota dewan menyerukan agar anggota parlemen yang baru dipilih “secepat mungkin, dan secara transparan,” menekankan bahwa anggota parlemen harus dipilih “tanpa adanya kekhawatiran akan kekerasan maupun intimidasi.”
Wakil khusus PBB untuk Somalia, Agustinus Mahiga, melaporkan adanya kasus suap dan intimidasi dalam proses pemilihan anggota baru parlemen. (ai/pt)

