Los Cabos (ANTARA) - Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB) Ban Ki-moon mengatakan bahwa PBB secara resmi menunda kegiatan tim peninjaunya di Suriah seiring dengan memburuknya situasi di negara itu.
Menurut Menteri Luar Negeri Marty Natalegawa bahwa hal itu disampaikan Sekjen PBB kepada Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dalam pertemuan kedua tokoh tersebut di sela-sela Pertemuan Puncak G-20 di Los Cabos, Meksiko, Selasa pagi waktu setempat atau Selasa malam WIB.
"Tentang Suriah, Sekjen PBB menyampaikan keputusan untuk menunda sementara kegiatan tim peninjau PBB di Suriah," kata Menlu seraya menambahkan bahwa Indonesia adalah salah satu negara yang berkontribusi dalam sejumlah misi PBB.
Sementara itu situasi di Suriah disebut memburuk seiring dengan meningkatnya bentrokan antara kelompok oposisi dan pendukung Presiden Bashar al-Assad.
Kelompok Observatorium bagi Hak Asasi Manusia Suriah sebagaimana dikutip dari AFP mengatakan, 94 orang tewas di seluruh negara itu pada Senin (18/6), termasuk 63 warga sipil, tiga tentara yang membangkang dan 28 tentara pemerintah.
Pasukan pemerintah meningkatkan pengepungan terhadap kota Tasas di provinsi Paraa, pusat kelompok anti-pemerintah, kata kelompok oposisi Tentara Pembebasan Suriah.
Baku tembak tetap berlangsung di beberapa daerah provinsi Damaskus termasuk kota-kota Douma dan Qudsaya yang telah digempur selama lima hari belakangan ini.
Sejumlah 300 pemantau yang tidak bersenjata dalam misi pengawas PBB menangguhkan kegiatannya pada akhir pekan karena aksi kekerasan yang meningkat.
Sementara itu di sela-sela Pertemuan Puncak G-20, Presiden Amerika Serikat Barack Obama dan Presiden Rusia Vladimir Putin menyerukan penghentian "segera" konflik di Suriah.(ar)


