INILAH.COM, Jakarta - Kurs rupiah terhadap dolar AS di pasar spot valas antar bank Jakarta, Selasa (7/8/2012) diprediksi menguat seiring ekspektasi derasnya arus capital inflow. Rilis PDB Indonesia di atas ekspektasi jadi katalisnya.
Analis senior Monex Investindo Futures Albertus Christian mengatakan, potensi penguatan rupiah hari ini masih dipicu oleh faktor arus capital inflow setelah data Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia di level 6,4% (year on year) menunjukkan laju ekonomi yang bagus. PDB bakal memancing arus hot money ke pasar aset Indonesia.
Christian menegaskan, pertumbuhan ekonomi menambah faktor capital inflow yang biasanya menjadi katalis positif untuk apresiasi rupiah. "Karena itu, secara teknikal, rupiah akan menguji support di angka 9.440 dan kisaran resistance 9.475 per dolar AS," katanya kepada INILAH.COM.
Sementara itu, lanjutnya, dari eksternal, pasar masih fokus pada masalah di Eropa yang justru bisa menambah stimulus untuk pergeseran arus modal ke portifolio yang lebih stabil dan juga mendukung capital inflow ke pasar domestik.
"Apalagi, kemarin juga dilaporkan data Foreign Direct Investment (FDI) yang naik 30% terutama pada sektor tambang dan sektor konsumsi ritel. Ini juga menunjukkan kuatnya arus capital inflow," tandas dia.
Selain itu, lanjutnya, jelang Lebaran, ada faktor pendukung penguatan rupiah seiring imbas kenaikan inflasi di mana pergerakan rupiah selalu searah dengan ekspektasi inflasi. "Inflasi naik, rupiah juga menguat karena arah pasar adalah ekspektasi kenaikan suku bunga," timpalnya.
Pada saat yang sama, Christian menambahkan, pasar menganggap level BI rate saat ini di 5,75% terlalu rendah sehingga bisa memicu bubble ekonomi, gelembung harga yang berlebihan. "Tapi, semoga tidak ke arah itu," ucap dia.
Di atas semua itu, Christian menegaskan, untuk sementara, para investor masih cukup nyaman dengan pertumbuhan ekonomi Indonesia yang melamapaui negara-negara dalam kelompok BRIC (Brazil, Rusia, India, dan China), kecuali China. "Sebab, PDB China di angka 7,6% pada kuartal II-2012," imbuhnya.
Asal tahu saja, kurs rupiah terhadap dolar AS
TEMPO.CO, Jakarta - Sekretaris Daerah Kabupaten Tanjungjabung Timur, Aripuddin, mengatakan PT Petro China menolak membantu bahan baku hasil gasnya untuk program pembangunan Perusahaan Listrik Tenaga Gas. Program ini digagas Bupati Tanjungjabung Timur Zumi Zola.


