PDIP Wajibkan Calegnya Lulus Psikotes dan Diklat

Jakarta (ANTARA) - PDI Perjuangan mewajibkan calon legislatornya di tingkat pusat dan daerah untuk mengikuti dan lulus psikotes serta program pendidikan dan pelatihan kader.

Sekjen DPP PDI Perjuangan Tjahjo Kumolo saat membuka Diklat Bidang Kaderisasi PDI Perjuangan, Jumat, mengatakan, pada awal Juli nanti para caleg mulai mengikut psikotes.

"Banyak yang bertanya kenapa harus psikotes. Alasannya karena PDI Perjuangan bukan sekedar membutuhkan caleg S3, bukan hanya soal kepandaian," tegasnya.

Tjahjo juga menegaskan bahwa bagi DPP, hasil psikotes ini seperti cermin diri caleg untuk mengetahui apakah bisa bekerja sama serta apakah ada potensi mengkhianati partai atau tidak. Juga akan diketahui mana saja caleg yang berpotensi merusak atau bisa menjalankan "team work" bila duduk sebagai anggota dewan atau menjabat di pimpinan komisi DPR/DPRD.

Untuk materi psikotes dan pelaksanaannya, ia menambahkan, akan dilakukan oleh himpunan ahli psikologi.

Pada bagian lain, Tjahjo menjelaskan bahwa dengan 543 kabupaten/kota, tiap DPRD membutuhkan ratusan caleg yang harus dikelola. Hal ini menjadi ujian dalam rangka pemantapan konsolidasi internal partai berlambang banteng itu.

Selain ikut psikotes, bagi caleg PDIP yang belum ikut diklat kader juga harus mengikutinya sebelum pelaksanaan pemilu legislatif.

Tjahjo mengatakan, daftar caleg per dapil dijadualkan pada Maret 2013 sudah bisa diselesaikan dan tinggal menyesuaikan bilamana dirasakan perlu.

Di tempat yang sama, Ketua DPP Bidang Kaderisasi Idham Samawi mengatakan, sesuai amanah Kongres III di Bali, PDIP adalah partai ideologis sehingga pendidikan kader sangat penting dilakukan.

"Pemenangan pemilu dan pilpres pada masa mendatang dimulai dengan pendidikan kader yang serius," tegas Idham. (tp)


PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.