Berburu Harta Luthfi

Pecinta Lingkungan Kecam Hotel di Taman Nasional Afsel

Taman Nasional Kruger yang terkenal di Afrika Selatan akan membangun hotel mewah pertama untuk menarik turis kulit hitam dari kelas menengah. Tetapi rencana ini mendapat tentangan dari orang-orang yang tak setuju.

Langkah yang dilakukan badan Taman Nasional Afrika Selatan (SANParks) itu dikecam para pecinta lingkungan yang menuding hotel tersebut akan merusak ekologi dan suasana cagar alam.

Dari satu juta lebih orang yang mengunjungi taman itu setiap tahun, kulit putih Afrika Selatan adalah pengunjung terbesar, menurut SANParks.

Desain hotel yang akan dibangun di Taman Nasional Kruger. (AFP)Semakin banyak warga berkulit hitam yang berkunjung setiap tahun, tapi hanya 26 persen dari total turis yang ada. Di antara mereka, hanya enam persen yang menginap.

Target pasar untuk hotel kini ditujukan untuk "berlian hitam" dari kelas menengah baru, yang diharapkan mampu meningkatkan kepopuleran taman nasional itu.

"Pengkajian kami menunjukkan kalau kelompok ini tidak suka tinggal di kemah atau kabin yang tersedia di taman," ujar bos taman wisata itu, Glenn Phillips, kepada AFP.

Dibuat pada 1898 (era kolonial) oleh Presiden Paul Kruger, taman itu dibuka untuk umum sejak 1927 dan sudah lama dipandang sebagai simbol dominasi kulit putih di negara yang selalu memiliki polemik masalah tanah dan ras tersebut.

Hotel tersebut, yang rencananya didirkan di atas dua juta hektar tanah yang terletak di selatan taman, akan dibangun dekat dengan Malelane Gate, gerbang masuk yang dekat dengan Johannesburg dan bandara terdekat di Nelspruit.

Bangunan satu lantai itu akan terdiri  dari 119 kamar, yang bisa melihat pemandangan Sungai Crocodile.

Namun, jaminan yang diberikan SANParks kalau "pembangunan itu akan beriringan dengan mandat kami untuk melestarikan alam" gagal meyakinkan para pecinta lingkungan dan menimbulkan debat sengit serta tuduhan rasisme.

'Tidak lama lagi akan berdiri klub malam'

Pihak taman nasional harus merespon banyak pertanyaan, seperti komentar online dan surat yang dilayangkan ke surat kabar lokal yang berkata bahwa warga kulit hitam tidak suka menikmati alam liar dan akan merusak nuansa sunyi taman tersebut dengan mobil besar mewah dan musik kerasnya.

"Apakah orang seperti itu akan senang duduk di hotel setelah matahari terbenam dan mendengarkan bebunyian semak-semak Afrika? Tidak lama lagi mungkin akan didirikan tempat hiburan, klub malam lalu kasino," tulis surat pembaca di salah satu surat kabar di Nelspruit.

Salah satu penentang keras pembangunan hotel itu, Allan Eccles, menuduh SANParks telah "mengomersialisasikan Kruger Park dan mencoba merubahnya menjadi Disneyland".

"Hotel tersebut seharusnya dibangun di luar taman. Tidak ada bukti yang menyebutkan bahwa warga kulit hitam menengah menginginkan dibangun hotel di tempat itu," kata Allan kepada AFP.

Phillips berkata bahwa pihak SANParks sudah menyadari kemarahan yang akan timbul dari rencana tersebut, tetapi mengatakan bahwa "beberapa kekhawatiran tersebut tidak beralasan".

Strategi jangka panjang dari SANParks adalah membangun hotel di taman lain di seluruh negeri, dengan tujuan untuk menarik lebih banyak turis domestik.

Perubahan di Kruger selalu memicu kontroversi, mulai dari pembangunan kamp pertama pada 1939, pembangunan jalan aspal, dan pembangunan pom bensin, kata Phillips.

Saat ini hanya 0,3 persen dari area taman, yang ukurannya hampir sama dengan Belgia, yang mengalami pembangunan.

Mantan manajer Kruger Park, Solomon Joubert, menggambarkan rencana pembangunan hotel tersebut telah "melenceng jauh dari filosofi taman nasional".

"Taman nasional memiliki nilai ilmiah, spiritual dan pendidikan. Mereka bukan berfungsi sebagai resor," kata Joubert kepada acara Carte Blanche.

Tetapi mantan manajer Kruger lainnya, Harold Braack, mendukung pembangunan hotel tersebut, dan berkata bahwa taman itu harus berubah seiring perkembangan zaman.

"Aku percaya bahwa pembangunan hotel itu akan bermanfaat untuk Kruger dan komunitas lokal - hal itu penting jika kita masih ingin melihat Taman Nasional Kruger di masa depan," kata Braack.

"Pelestarian alam haruslah tumbuh bersama manusia dan bermanfaat bagi manusia," tambahnya.

Baca juga:

[GALERI] Inggris Raya dari Atas: Kumpulan Foto Udara Terlangka
Melestarikan Warisan Terakhir Zaman Kolonial di Asia
Harajuku, Perpaduan Tradisional dan Modern
Mengintip Papua Nugini
Candi Cangkuang, Candi Mungil di Tengah Danau

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.