Pejabat Tinggi China Mundur dari Kursi Parleman dalam Skandal Bo

Beijing (AFP/ANTARA) – Seorang pejabat tinggi di tengah skandal politik terbesar di China, dalam beberapa dekade telah mengundurkan diri dari jabatan parlemen, seperti diungkapkan media pemerintah pada Sabtu.


Kongres Rakyat di kota Chongqing telah menerima pengunduran diri Wang Lijun dari Kongres Rakyat Nasional pada 26 Juni, seperti dilaporkan kantor berita Xinhua, mengutip pernyataan dari NPC.


Wang berhasil menurunkan mantan bosnya, Bo Xilai, ketika ia melarikan diri ke konsulat AS pada Februari, mencari suaka setelah melaporkan Bo tekait pembunuhan seorang pria Inggris.


Bo kemudian diturunkan dari jabatannya sebagai kepala Partai Komunis Chongqing dan ditetapkan untuk menjalani penyidikan kasus korupsi, sementara istrinya, Gu Kailai ditahan karena dicurigai terlibat dalam pembunuhan pengusaha Neil Heywood.


Wang dilaporkan mengkhawatirkan masa depan kehidupannya, dan berusaha menghindari Bo dengan melarikan diri ke konsulat.


Bo, seorang pemimpin karismatik sekaligus anak seorang revolusioner terkemuka, seringkali diprediksi akan ditunjuk sebagai anggota komite partai Politburo - badan yang berkuasa tertinggi di negara itu - saat transisi kepemimpinan 10 tahunan pada akhir tahun ini.


Pemecatannya dianggap sebagai skandal politik terbesar yang menerpa China dalam beberapa dekade, selain itu ia dikabarkan telah membawa kekacauanuntuk transisi kepemimpinan.


Pengunduran diri Wang dari NPC dapat berarti bahwa ia akan ditangkap dan kasusnya akan dikirim ke pengadilan negara untuk disidangkan, seperti diungkapkan pengacara China, Liu Xiaoyuan, yang menangani kasus tersebut, kepada AFP. (jk/mp)

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.