Johannesburg (AFP/ANTARA) - Ratusan pekerja menduduki tambang TauTona milik AngloGold Ashanti di Afrika Selatan pada Jumat, dalam sebuah aksi protes atas pembayaran bonus, ujar juru bicara perusahaan tersebut.
“Ada sekitar 300 pekerja dari shift malam menduduki bagian bawah tanah di tambang TauTona,” kata Alan Fine kepada AFP.
Para penambang tersebut menuntut bonus sebesar 1.500 rand (sekitar Rp2,1 miliar) yang dijanjikan pekan lalu sebagai bagian dari sebuah kesepakatan untuk mengakhiri beberapa pekan aksi mogok tentang pembayaran.
“Namun bonus itu harus dibayarkan pada tahap berikutnya berdasarkan keselamatan dan hasil pertemuan,” kata Fine.
Manajeman AngloGold Ashanti sedang mengadakan pembicaraan dengan para pekerja dan “sangat berharap kami akan menyelesaikannya secepat kami bisa,” katanya, saat operasi dihentikan di tambang dekat kota Carletonville, sebelah barat daya dari Johannesburg.
Sebuah aksi protes serupa terjadi di tambang Mponeng terdekat namun berhasil mencapai kesepakatan. Operasi diperkirakan akan dilanjutkan pada Minggu setelah perbaikan kerusakan yang disebabkan oleh para pekerja yang melakukan aksi protes.
Pekerjaan akan dilanjutkan pada 26 Oktober di dua tambang tersebut, yang mempekerjakan lebih dari 10.000 pekerja, setelah beberapa pekan produksi terhenti di tambang produsen emas terbesar ketiga di dunia tersebut. (ai/pt)

