Berburu Harta Luthfi

Pekerja Depresi Diadili Karena Bakar Kapal Selam AS

Washington (AFP/ANTARA) – Seorang pegawai bagian pemeliharan ditahan karena membakar sebuah kapal selam Amerika Serikat, menyebakan kerusakan senilai 400 juta dolar Amerika (sekitar Rp3,7 triliun).


Casey Fury (24) akan diadili di sebuah pengadilan di Maine.


Ia dituduh sengaja membakar kapal USS Miami, bersama dengan bahan-bahan dan perlengkapan bangunan yang ada di atasnya, menurut sebuah pengaduan yang diajukan terhadapnya pada Senin.


Ia juga dituduh “dengan sengaja dan jahat” membakar dan menghancurkan bahan-bahan dan pasokan bangunan yang terletak di dekat kapal selam itu.


Menurut pengaduan tersebut, Fury mengakui memang berencana melakukan pembakaran di atas kapal USS Miami pada 23 Mei, begitu juga dengan rencana untuk melakukan pembakaran kedua beberapa pekan kemudian di dermaga dengan menggunakan beberapa tissue yang diberi alkohol.


Fury menderita depresi dan dirawat di rumah sakit jiwa sesaat setelah peristiwa pembakaran kedua, menurut dokumen tersebut.


USS Miami berada di Portsmouth Naval Shipyard di Maine untuk melakukan pemeliharaan dan perbaikan, ketika peristiwa pembakaran itu terjadi pada 23 Mei.


Butuh waktu 12 jam bagi para petugas pemadam kebakaran untuk memadamkan api dan menyebabkan bagian depan kapal rusak, mengakibatkan kerugian sekitar 400 juta Amerika (sekitar Rp3,7 triliun).


Pada 16 Juni, peristiwa pembakaran kedua terjadi di dermaga tempat kapal selam itu berlabuh, namun api dapat segera dipadamkan tanpa menyebabkan banyak kerusakan. (ai/pt)

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.