Liputan6.com, Jayapura: Hingga Ahad (1/7) malam, aparat TNI dan Polri terus mengejar para anggota Organisasi Papua Merdeka atau OPM. Mereka adalah pelaku penembakan iring-iringan rombongan Komandan Yonif 431 Kostrad yang mengakibatkan seorang warga tewas.
Selain menyisir di sekitar lokasi penembakan, aparat juga merazia di perbatasan Kabupaten Keerom dan Kota Jayapura, Papua. Langkah ini untuk mempersempit ruang gerak para pelaku yang diduga kuat melarikan diri ke arah negara tetangga Papua Nugini [baca: Pangdam Cenderawasih: OPM Lari ke Perbatasan RI-PNG].
Sementara itu, petang kemarin, jenazah Yohanes Yanufrom dibawa ke Rumah Sakit Polri Bhayangkara Kotaraya, Jayapura. Jasad Kepala Kampung Sawiatami ini akan diautopsi pada dua luka tembakan, yaitu di kepala dan dada.
Kepala Polda Papua, Irjen Pol BL Tobing, mengutuk keras penembakan yang dilakukan kelompok tentara pembebasan nasional OPM ini. Ia juga mengajak masyarakat agar tidak panik atas peristiwa ini.
Kejadian bermula ketika rombongan iringan mobil Komandan Yonif 431 Kostrad Letkol (Inf) Ondarto melintas dari arah Kecamatan Wembi menuju Arso Kota. Saat melewati Kampung Sawiatami, mobil ditembak kelompok OPM pimpinan Lambert Peukikir. Tembakan hanya mengenai kaca kendaraan. Rombongan kemudian terus melaju.
Beberapa saat kemudian, Yohanes melintas menggunakan sepeda motor dari Kampung Wor ke arah rumahnya di Kampung Sawiatami. Tiba-tiba, ia ditembak kelompok OPM pimpinan Lambert Peukikir hingga tewas.
Sebelumnya, Ahad pagi, bendera Bintang Kejora berkibar di daerah Entrop, Jayapura. Pengibaran bendera yang merupakan simbol kemerdekaan Papua Barat ini menandai perayaan hari ulang tahun OPM yang jatuh pada 1 Juli, bersamaan dengan HUT Polri. Bendera itu lalu diturunkan polisi dan tentara. Bendera dan tiangnya lalu dibawa ke Mapolsek Jayapura Selatan.(BOG)

