TRIBUNNEWS.COM, BATURAJA - Maryam (40) buruh cuci yang tinggal di rumah reot syok luar biasa karena tagihan listrik di rumahnya mencapai Rp 1.5 juta.
Jumlah ini sangat fantastis mengingat kondisi buruh cuci yang penghasilnya yang jauh dari cukup. Kasus serupa juga dialami Surachman (45), PNS yang tinggal di RSS Sriwijaya Blok BB Nomor 28.
Ia juga kaget luar biasa mendapat informasi dari petugas pencatat meter bahwa tagihan rekening listriknya mencapai Rp 11 juta.
“Itu tagihan bulan Oktober, meski disuruh mencicil juga saya tidak akan sanggup,” kata PNS yang dinas di Disporabudpar OKU ini seraya menambahkan petugas pencatat meter di rumahnya Tahrim.
Karena merasa kenaikan tagihan rekening listrik di rumahnya di luar logika, akhirnya Surachman melapor ke PLN dan disarankan agar mencicil.
Terpisah Manager Rayon PLN Baturaja, Yeyen Muryono, kepada Sripoku.com, Rabu (24/10/2012) mengatakan, bila ada tagihan di luar kewajaran agar dapat ke Kantor PLN untuk mengetahui permasalahan dan dapat diperbaiki.
“Kepada seluruh pelanggan atas kejadian ini bila terjadi kesalahan pembacaan meter mudah-mudahan ke depan akan lebih baik,” kata Yeyen.
Yeyen menambahkan saat ini pencatatan meter dengan program foto pemakaian dengan menggunakan hand phone smart yang memiliki link langsung ke pusat sehingga diharapkan meminimalisir kesalahan pembacaan meter sehingga tidak merugikan konsumen.



Yahoo! OMG