TEMPO.CO, Jakarta - Lembaga Survei Indonesia (LSI) bekerja sama dengan majalah Tempo mengadakan survei pemilihan Gubernur DKI putaran kedua. Hasilnya, peluang menang kedua calon gubernur sama kuat yaitu Joko Widodo sebesar 44,1 persen dan Fauzi Bowo sebesar 44,0 persen.
"Peluang keduanya imbang. Selisih 0,1 persen Jokowi uggul dalam statistik tidak begitu mempengaruhi," kata Direktur Eksekutif LSI Dodi Ambardi dalam konferensi pers di kantornya, Menteng, Jakarta, Minggu, 16 September 2012.
Menurut Dodi, selisih suara kedua calon memang tidak cukup signifikan. Tak hanya dari pertanyaan yang jawabannya direspon secara spontan, perbedaan tipis juga terjadi pada dua pertanyaan lainnya yang hampir serupa.
Saat disodorkan dua nama calon gubernur, dukungan lebih tinggi sedikit untuk Fauzi Bowo sebesar 45,3 persen dan Joko Widodo 44,8 persen. Namun saat simulasi dengan dua nama pasangan, dukungan terhadap Jokowi-Ahok sedikit unggul sebesar 45,6 persen dan Foke-Nara 44,7 persen.
"Masing-masing punya peluang menang dan kalah, posisi bisa beralih di mana yang satu bisa mengalahkan yang lain," ujarnya.
Terkait dengan hasil temuan LSI ini, Pemimpin Redaksi majalah Tempo Wahyu Muryadi menegaskan jika hasil survei ini hanya sebagai informasi terkini tentang kondisi di lapangan mengenai dukungan suara warga DKI di pemilukada putaran kedua. "Ini menjadi peta dukungan kedua calon saat ini, yang bisa saja berubah," kata dia.
Survei dengan judul "Pilkada DKI Jakarta, Protes Kelas Menengah" diselenggarakan tanggal 2-7 September dengan jumlah sampel awal yang diambil secara acak sebanyak 800 orang warga DKI berdasarkan tempat pemilihan suara (TPS). Namun data yang dapat dianalisis sebanyak 399 responden, dengan tingkat kepercayaan 95 persen dan margin kesalahan sebesar 5 persen.
MUNAWWAROH
Berita Lainnya:
Jokowi dan Foke Berebut Massa Petak Sembilan?
Car Free Day, Jokowi-Ahok Naik Sepeda



Yahoo! OMG