Laporan Wartawan Pos Kupang, Syarifah Sifat
TRIBUNNEWS.COM, LARANTUKA -- Timah panas (peluru) yang ditembak oknum polisi menyasar tiga warga Desa Lewonara ketika mengendalikan perang antar kampung yang berkecamuk lagi antara warga Lewobunga dan Lewonara di Adonara Timur, Kabupaten Flores Timur (Flotim), Kamis (4/10/2012) sore.
Tiga korban menderita luka berat (peluru mengenai kaki, pinggul dan lutut), sementara delapan bangunan milik warga Lewobunga dirusak dan dibakar. Aparat keamanan baru berhasil mengendalikan situasi pukul 18.00 wita. Perang tanding ini merebut lahan permukiman.
Informasi yang dihimpun menyebutkan, pertemuan antar warga dua desa bertikai yang diprakarsai aparat keamanan tidak menemui kata sepakat sehingga perang berkecamuk lagi. Padahal, pada pagi hari Kamis (4/10/2012) tidak terjadi perang sehingga warga umumnya merasa lega. Namun situasi tiba-tiba memanas ketika pertemuan yang tidak dihadiri Bupati dan Wakil Bupati Flotim itu menemui jalan buntu.
Kondisi itu membuat warga Lewonara semakin beringas dan pada sore hari kedua kubu melanjutkan perang tanding. Warga Lewobunga nekat merengsek masuk ke rumah-rumah warga Lewo Nara, membakar serta membuang bom hingga ke Dusun IV Bele. Kondisi itu membuat Bele menjadi lautan api.
Kapolres Flotim, AKBP Wahyu Prihatmaka, belum berhasil dikonfirmasi ketika dihubungi melalui telepon genggamnya. Pesan singkat menanyakan tiga warga Lewonara yang ditembak oknum polisi, juga tidak dibalas. Namun Dandim 1624/Flotim, Letkol (Inf) R Benny Arifin, Kamis (4/10/2012) mengatakan, tiga warga Lewonara yang terkena luka tembak sudah dibawa ke Puskesmas Waiwerang dan dirujuk ke RSU Larantuka.
Sementara bangunan yang rusak, diakui Arifin, sebanyak delapan, yakni dua gudang, dua rumah, dua lumbung dan dua gubuk. "Perang kembali terjadi karena kedua pihak yang bertikai merasa belum menemui kata sepakat saat pertemuan," kata Arifin.
Arifin berharap, Bupati-Wakil Bupati Flotim segera mengambil solusi untuk menghentikan perang tanding antar warga yang terus menimbulkan korban.
Sekretaris Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (PPO) Flotim, Ditson Fernandes mengatakan, Dinas PPO terpaksa menginstruksikan para kepala sekolah meliburkan siswa, mengingat situasi sekolah berdekatan dengan daerah konflik.
"Dinas yang instruksikan untuk meliburkan anak sekolah. Hal ini untuk menjaga keamanan siswa dan guru. Libur anak-anak sekolah ini sampai batas waktu yang belum ditentukan. Saya akan bertemu Plt. Kadis PPO (Anton Tonce Matutina, Red) untuk membicarakan masalah ini bersama pak bupati dengan melibatkan camat, dua kepala desa di wilayah yang bertikai," kata Diston.
Anak-anak sekolah yang diliburkan tersebar pada enam sekolah dasar (SD), yakni SD Inpres Riang Bunga, SD Inpres Riang Rindu, SD Inpres Kiwang Ona, SD Inpres Lamagewok, SDK Narasaosina, SDK St. Theresia dan SMA Negeri Adonara.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olaraga (PPO), Anton Tonce Matutina yang juga Sekda Flotim dihubungi Pos Kupang, Kamis (4/10/2012) sedang melakukan perjalanan dinas ke Manado, Sulawesi Utara mewakili Kadis PPO yang sedang mengikuti PIM II.
Sejumlah siswa dan para guru menyatakan penyesalan atas perang tanding yang berbuntut merugikan hak-hak para siswa untuk mendapatkan pelajaran di sekolah masing-masing. "Saya tidak tahu diliburkan atau tidak sekolah kami. Tapi tidak ada instruksi kepada siswa untuk libur. Siswa meliburkan diri pada Selasa (2/10/2012), setelah hari Senin (1/10/2012) masuk sekolah. Kondisi ini sangat merugikan siswa," kata Welem, seorang guru di SMA Negeri Adonara, Kamis (4/10/2012).



Yahoo! OMG