Berburu Harta Luthfi

Pembantaian Suriah Tambah Tekanan bagi PBB

PBB (AFP/ANTARA) - Ban Ki-moon pada Minggu mengatakan pembantaian Houla di Suriah telah menambahkan tekanan kepada para pengamat PBB.


"Pengamat PBB menghadapi banyak kritik karena tidak bisa menghentikan kekerasan, bahkan di beberapa tempat, mereka disalahkan atas meningkatnya kekerasan," kata sang Sekjen PBB dalam sebuah surat untuk Dewan Keamanan mengenai pembantaian di Houla pada Jumat dan Sabtu, yang menurut PBB menewaskan 108 orang.


"Ada kesalahpahaman yang sulit dibenarkan, tentang peranan pengamat militer tidak bersenjata dan tentang hal yang bisa dan tidak bisa mereka lakukan," tambah Ban.


"Hal ini menyebabkan kehadiran PBB di wilayah itu dalam situasi yang berbahaya, baik dalam melaksanakan operasi maupun soal keamanan pribadi para pengamat."


Saat ini ada lebih dari 280 pengamat PBB di Suriah. Mereka di sana untuk memantau penghentian perseteruan yang resmi dimulai pada 12 April, namun masih gagal sejauh ini.


Ban dan Mayor Jenderal Robert Mood, kepala Misi Pengawasan PBB di Suriah (UNSMIS), menginformasikan Dewan Keamanan, menurut Tentara Pembebasan Suriah ada 116 korban tewas dalam kejadian tersebut. Pengamat PBB melihat setidaknya 108 jenazah, kata Mood dalam pertemuan dewan yang membahas pembantaian itu.


Setidaknya ada 34 orang anak-anak dan tujuh orang wanita di antara para korban, kata surat Ban.


Pejabat pemerintah mengatakan kepada PBB, tujuh petugas keamanan pemerintah tewas di wilayah Houla sehari sebelum pembantaian tersebut. (nn/pt)


PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.