Pembatasan BBM Bersubsidi di Bali Dimulai Agustus

INILAH.COM, Denpasar - Pihak Pertamina akan memberlakukan pembatasan bahan bakar minyak (BBM) bersubdisi atau premium bagi mobil dinas atau kendaraan plat merah milik pemerintah lainnya di Provinsi Bali mulai awal Agustus 2012.

Sehingga sesuai aturan pemerintah maka bagi beberapa jenis kendaraan tidak diperkenankan lagi mengisi BBM bersubdisi, dan di wajibkan beralih ke BBM non subsidi seperti Permatax.

General Manager Fuel Retail Marketing Region V, Afandi menyatakan sejak diperkenalkan ke konsumen, permintaan Bahan Bakar khusus (BBK) jenis pertamax di Provinsi Bali mengalami kenaikan 32 persen dari sebelumnya.

"Untuk provinsi Bali pembatasan BBM bersubsidi mulai diberlakukan pada 1 Agustus 2012 nanti," ungkap Afandi usai peluncuran layanan "red Carpet" untuk konsumen bahan bakar minyak khusus (non subsidi), di Denpasar, Jumat (15/6/2012).

Afandi lebih jauh menjelaskan bahwa peningkatan jumlah konsumsi bbm non subsidi selama ini tergolong tinggi. Kenaikan konsumsi BBM non subsidi tersebut menunjukkan, pulau seribu pura itu cukup tinggi pertumbuhan ekonominya.

Untuk kuota atau jatah subsidi di Bali sendiri akan habis pada bulan Agustus ini dan pihaknya akan mengajukan sesuai mekanisme yang ada.

"Untuk penentuan besaran kuota BBM bersubdisi termasuk di Bali, sepenuhnya bergantung pada kewenangan BPH Migas, Pemerintah dan DPR," tegasnya.

Afandi mengaku, pihaknya hanya sebagai operator yang melaksanakan pendistribusian atau penyaluran BBM kepada konsumen. Dalam mendukung keberhasilan program tersebut, maka diciptakan pelayanan maksimal kepada pelanggan dengan menyiapkan jalur khusus kepada konsumen bbm non subsidi.

"Jalur khusus pertamax ini diberikan kepada konsumen agar mereka tidak antri seperti yang mengisi BBM bersubsidi," imbuhnya.

Selain itu, keuntungan lain didapat oleh pelanggan yang membeli bbm non bersubsidi adalah mendapat pelayanan berupa pembersihan ban dan cek ketahanan ban.

"Kita harapkan tambahaan pelayanan ini masyarakat mampu membeli bbm non subsidi, terutama mobil-mobil mewah juga kita himbau membeli pertamax," pintanya.

Langkah lainnya yang dilakukan dengan memberi pelayanan kepada konsumen industri kecil dan proyek yang tidak boleh membeli solar subsidi seperti hotel dan indusri lainnya.

Saat ini, pihak pertamina meluncurkan agen eceran non subdisi untuk konsumen 100 liter dan 200 liter yang akan datang ke lokasi yang di tentukan. [gus]

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.

POLL

Apakah Anda percaya pengerjaan proyek MRT yang sudah resmi dimulai akan berjalan tepat waktu sesuai rencana?

Memuat...
Opsi Pilihan Jajak Pendapat