Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Jero Wacik, menjelaskan bahwa pemerintah akan mengeluarkan empat aturan penghematan bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi dan listrik. Seperti disampaikan Kementerian ESDM, tiga di antaranya sudah rampung, sementara soal pengendalian berdasarkan kapasitas mesin (cc) masih dikaji ulang untuk mencari cara kontrol yang paling mudah.
"Tiga sudah selesai, dan masih ada satu yang dibahas ulang, yaitu urusan cc," kata Menteri ESDM di Jakarta, Senin (30/4).
Adapun keempat aturan yang disiapkan, pertama, kendaraan pemerintah tidak boleh menggunakan Premium. Kedua, penghematan listrik di semua kantor dan perumahan, dengan kantor pemerintah sebagai pelopornya. Ketiga, konversi dari BBM ke bahan bakar gas (BBG). Yang keempat, pembatasan BBM bersubsidi untuk kendaraan dengan kapasitas tertentu.
Menurut Menteri ESDM, yang paling penting adalah ketiga aturan siap tadi akan dijalankan terlebih dahulu dan mulai dijalankan di instansi pemerintahan. Opsi keempat masing menggantung karena kontrol atau pengawasan di lapangan dinilai akan sangat sulit.
"Pemerintah akan membuat aturan yang mudah diimplementasikan terlebih dahulu," ujarnya. Ia menambahkan bahwa, keempat aturan tadi akan segera dijalankan setelah Presiden mengumumkan kepada publik secara langsung. (kpl/why/bun)


