Beirut (AFP/ANTARA) - Pemberontak Suriah dan tentara bentrok pada Rabu, di sekitar pinggiran Damaskus dekat sebuah cabang dari kekuatan layanan intelijen angkatan udara, di mana pemantau melaporkan bahwa terdapat tujuh orang tewas di seluruh nasional.
Observatorium Hak Asasi Manusia Suriah yang berbasis di Inggris, mengatakan bahwa bentrokan meletus di Jaramana, sebelah selatan ibu kota, dekat kantor layanan intelijen, salah satu yang paling ditakuti dari rezim Presiden Bashar al-Assad.
Tujuh warga sipil tewas di seluruh negeri pada Rabu pagi, kata pengawas tersebut, melaporkan pertempuran kekerasan dan penembakan oleh pasukan rezim di beberapa daerah.
Juga di provinsi Damaskus, pasukan dan pemberontak bentrok di dekat desa Beit Sahm, kata pemantau, menambahkan bahwa seorang warga sipil ditembak mati di Daraya, di provinsi yang sama.
Dua warga sipil tewas di provinsi barat laut Idlib, di mana desa Mseifra dibombardir pasukan rezim, seperti desa Shaheel di provinsi timur Deir Ezzor.
Di Idlib, pasukan rezim menyergap dan membunuh empat warga sipil di desa Maaret al-Numan, sebuah tempat yang sering terjadi tindakan kekerasan.
Kematian terbaru tersebut terjadi sehari setelah kekerasan yang menewaskan 69 orang, 36 warga sipil, 25 tentara, dan delapan pemberontak, ungkap Observatorium itu.
Lebih dari 16.500 orang tewas dalam tindakan kekerasan di Suriah sejak pemberontakan meletus pada Maret tahun lalu, kata mereka.
Angka itu tidak mungkin untuk diverifikasi secara independen, dan PBB tidak lagi mempublikasikan perkiraan sendiri dari korban tewas. (jk/ik)


Yahoo! OMG