Pemerintah Akan Data Kembali WNI di Suriah  

TEMPO.CO, Jakarta - Pemerintah Indonesia berencana mendata kembali warga Indonesia di Suriah. "Dulu memang 12.000, tapi angka pastinya saat ini belum diketahui," kata juru bicara Menteri Luar Negeri Michael Tenne ketika dihubungi Tempo, Senin, 23 Juli 2012.

Tenne mengatakan, selain untuk mengetahui jumlah WNI, upaya pendataan juga untuk mengetahui kondisi dan upaya penyelamatan yang diperlukan. Dari pendataan ini akan ditentukan langkah penyelamatan berikutnya.

Menurut Tenne, pemerintah Indonesia sudah mempersiapkan banyak upaya penyelamatan, salah satunya dengan menyewa pesawat. Namun, kata dia, kondisi lapangan Suriah belum memungkinkan.  

Sejauh ini pemerintah telah melakukan 18 kali proses pemulangan warga negara Indonesia yang berada di Suriah sejak Februari tahun ini. Hingga 21 Juli, sudah dipulangkan sebanyak 441 warga Indonesia.

Saat ini, di penampungan Kedutaan Besar RI Damaskus terdapat kurang lebih 187 warga Indonesia yang sedang diupayakan kembali ke tanah air. Di penampungan Aleppo juga terdapat 19 orang warga Indonesia. Pemerintah memang menyiapkan tiga lokasi penampungan warga Indonesia di Suriah, yakni di Damaskus, Aleppo, dan Latakia.

Konflik Suriah sudah berlangsung lebih dari setahun. Para pemberontak menuntut Presiden Bashar al-Assad mundur setelah berkuasa hampir 12 tahun. Pemerintah Assad dinilai sarat korupsi dan nepotisme. Rakyat Suriah penentang Assad terinspirasi oleh revolusi musim semi Arab di Tunisia dan Mesir.

SUNDARI

Berita Terpopuler:

Penembak Batman Mirip dengan Aktor Heath Ledger

Korban Penembakan Batman Lamar Kekasih Di RS

WNI Korban Penembakan Batman Dioperasi

Penembak Batman Diduga Sudah Rencanakan Aksinya

Duta Besar Federasi Rusia untuk Indonesia, Alexander A Ivanov: »Tidak Akan Izinkan Intervensi Asing di Suriah »

Mukherjee Terpilih sebagai Presiden India

Obama Kunjungi Keluarga Korban di Colorado

Debat Kepemilikan Senjata Muncul Lagi

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.

POLL

Yakinkah Anda, wanita-wanita yang terlibat dengan Ahmad Fathanah akan dikenakan sanksi hukum?

Memuat...
Opsi Pilihan Jajak Pendapat