Berburu Harta Luthfi

Pemerintah Belum Putuskan Proyek Pipanisasi Jatiluhur - Jakarta

Bandung (ANTARA) - Pemerintah sampai sekarang belum memutuskan bagaimana proyek pengiriman air melalui pipa atau pipanisasi dari bendungan Jatiluhur di Purwakarta hingga Jakarta yang diperkirakan nilainya 700 juta dolar AS, namun diharapkan keputusan diambil sebelum September 2012.

"Mudah-mudahan sebelum akhir triwulan ketiga tahun ini (September) sudah diambil keputusan," kata Asisten Deputi Menteri Urusan Infrastruktur Sumber Daya Air Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Robert Sianipar di Bandung, Sabtu.

Robert mengemukakan hal itu dalam jumpa pers dengan wartawan dari Jakarta yang diundang oleh PT Palyja (PAM Lyonnaise Jaya). PT Palyja adalah rekanan PAM Jaya bagi distribusi air di Jakarta Barat.

Robert menyebutkan ada dua pilihan bagi pemerintah dalam melaksanakan pipanisasi air dari jatiluhur ke Jakarta tersebut. Pilihan pertama adalah mengadakan tender yang bisa memakan waktu hingga tiga bulan. Sementara itu pilihan kedua adalah dengan melakukan penunjukkan langsung kepada perusahaan yang dianggap mampu, misalnya Perum Jasa Tirta II yang merupakan BUMN yang mengelola bendungan Jatiluhur di Purwakarta.

Kalau pemerintah melakukan penunjukkan langsung, maka harus terdapat jaminan bahwa BUMN tersebut akan memiliki dana baik yang berasal dari modalnya tersendiri maupun dengan mengajak perusahaan-perusahaan lainnya. Sejumlah perusahaan luar negeri, seperti dari Jepang dan Korsel telah menyatakan minatnya untuk menggarap proyek tersebut.

Proyek pipanisasi dari Jatiluhur hingga ke Cawang, Jakarta itu panjangnya sekitar 87Km. Namun masih harus dilakukan pipanisasi ke berbagai daerah lainnya di Jakarta, kurang lebih 28Km.

Robert Sianipar menyatakan proyek ini tidak bisa dibiarkan terkatung-katung keputusannya karena Pemerintah harus segera mengambil keputusan. Pada bulan puasa pada 2011, Jakarta sempat mengalami kelangkaan air akibat adanya masalah distribusi dari Jatiluhur.

Sementara itu, sejumlah warga masyarakat sampai saat ini masih terus mencuri air dari Bendungan Jatiluhur yang nama resminya adalah Bendungan Insinyur Djuanda, yang dibangun pada 1957 dan selesai pada 1967.(rr)

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.