Jakarta (ANTARA) - Pemerintah melalui Kementerian Koperasi dan UKM diminta untuk menata ulang keberadaan koperasi tahu-tempe di Indonesia agar direvitalisasi dan diperkuat kelembagaannya, demikian disampaikan pengamat perkoperasi Teguh Boediyana.
"Kewajiban pemerintah untuk menata ulang koperasi tahu-tempe di Indonesia mulai dari sekarang," kata Teguh Boediyana di Jakarta, Selasa.
Menurut dia, dengan ditata ulang maka koperasi tersebut dapat direvitalisasi dan diperkuat kelembagaannya sehingga menjadi badan hukum yang kuat untuk melaksanakan tata niaga yang lebih baik.
Dengan begitu, kata dia, koperasi-koperasi tersebut bisa memberikan jaminan kepastian kepada para anggotanya (perajin tahu-tempe) untuk mendapatkan "raw material" alias kedelai untuk kelanjutan usahanya.
"Mengingat koperasi adalah solusi terbaik bagi perajin tahu-tempe, maka ini harus diperkuat. Ini waktunya para perajin menghimpun diri dalam koperasi," katanya.
Teguh yang juga Koordinator Majelis Pakar Dekopin itu menyambut baik, keinginan berbagai pihak termasuk pemerintah yang akan mempermudah koperasi untuk mengimpor sendiri kedelai.
"Namun ini sekali lagi harus didukung dengan koperasi yang kuat baik di dalam maupun di luarnya," katanya.
Ia berpendapat, koperasi yang akan menjadi importir kedelai harus mampu mengelola manajemen internalnya secara profesional.
Profesionalisme koperasi tersebut memungkinkan mereka untuk mengakses langsung negara produsen kedelai dengan lebih baik.
Sebelumnya, Kementerian Koperasi dan UKM menyatakan sedang terus memfasilitasi koperasi melalui Gabungan Koperasi Tahu-Tempe Indonesia (Gakoptindo) untuk menjadi importir kedelai.
"Kami mendorong Gakoptindo untuk menjadi importir kedelai dan ke depan saya yakin memang akan menjadi importir kedelai," kata Deputi Bidang Produksi Kementerian Koperasi dan UKM, Brahman Setyo.
Namun, Brahman menegaskan, hal itu tidak akan dilakukan dalam jangka pendek karena diperlukan kesiapan yang matang.
Ia mengatakan, pihaknya memberikan dukungan dan motivasi dalam berbagai bentuk serta berupaya menjadi mitra dan pendamping yang baik bagi Gakoptindo.
"Untuk menjadi importir harus dibahas step by step, jangan dipaksakan. Pemerintah memang harus support karena Gakoptindo memiliki akses langsung pada perajin tahu dan tempe di lapangan," katanya.
Pihaknya menjalin kerja sama dan bermitra dengan koperasi serta memberikan pendampingan bagi mereka.
"Seandainya ke depan Gakoptindo menjadi importir maka harus digandeng semuanya agar bermitra," katanya. (tp)


