MERDEKA.COM, Krisis Papua sudah mengakar, namun hingga kini Jakarta dan perwakilan rakyat Papua belum pernah berdialog. Sejumlah pihak menuding pemerintah enggan terhadap tawaran itu.
Menurut peneliti politik dari Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia Adriana Elisabeth, kekerasan di Papua tidak hanya dilakukan negara, tapi juga oleh masyarakat sipil. LIPI pernah merekomendasikan solusi untuk Papua, termasuk mendorong pemerintah berdialog dengan masyarakat Papua. “Sayangnya presiden tidak merespon hal itu, malah membentuk Unit Percepatan Pembangunan Provinsi Papua dan Provinsi Papua Barat-UP4B," katanya.
Mantan komisioner Komisi Nasional Hak Asasi Manusia Stanley Adi Prasetyo juga menyayangkan sikap pemerintah itu. Dia menilai pemerintah terlalu banyak berpikir arti dialog yang dimaknai sebagai komunikasi setara antara dua pihak, padahal bukan itu intinya. Dia menuding Jakarta terlalu cepat berprasangkan buruk menanggapi tawaran dialog. “Dialog itu tidak sama dengan membuka peluang merdeka, buang jauh-jauh kecurigaan itu,” ujarnya.
Sebab itu, dia melihat pemerintah tidak serius menyelesaikan krisis Papua. Bahkan, Stanley mengkritik pembentukan UP4B tidak menyelesaikan masalah lantaran lembaga ini tidak berdiri sendiri. Satuan kerja dan dana operasionalnya masih di bawah Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia.
Dari susut pandang kekerasan, Stanley menuduh Papua saat ini menjadi ladang latihan militer tentara terbaik dimiliki TNI. Dari laporan Komnas HAM dikutip Stanley, Papua menjadi daerah konsentrasi pasukan militer terbesar di Indonesia, di mana tersebar 14 ribu personel.
Direktur Eksekutif The Indonesian Human Rights Monitor (Imparsial) Poengky Indrarti menilai kekerasan di Papua memang sengaja dilakukan. Bahkan, negara terkesan melindungi pelaku kekerasan di Papua. Padahal otonomi khusus Papua, menurut Poengky, adalah gula-gula politik setelah Tim 100 tokoh Papua dengan BJ Habibie seperti halnya dengan perlakuan Timor Timur. “Pada 2005, dewan adat Papua sudah mengembalikan otonomi khusus, tapi pemerintah tidak cepat tanggap,” ujar Poengky.
Sosiolog dari Universitas Indonesia Tamrin Amal Tomagola mengakui jika referendum diglear, pendukung kemerdekaan bakal kalah. Sebab jumlah orang asli Papua kalah ketimbang penduduk pendatang. Hingga tahun lalu, terdapat 3,68 juta warga Papua, orang aslinya cuma 1,7 juta.
Kenaikan BBM
- Lemhannas Berharap Gejolak Kenaikan BBM Tak AnarkisAntara - 1 jam 24 menit lalu
- Dekat dengan Raffi Ahmad? Mikha Tambayong: BBM-an Aja Seperti LainnyaTRIBUNnews.com - 1 jam 35 menit lalu
- Polda Riau Tangkap Puluhan Tersangka Penimbun BBMAntara - 1 jam 55 menit lalu
- Harga BBM Naik, Ini Artis yang Ancang-ancang Naikkan TarifTRIBUNnews.com - 1 jam 57 menit lalu
- Sejumlah SPBU di Pekanbaru Kehabisan Stok BBMAntara - 2 jam 24 menit lalu
- PP Parmusi Kritik Molornya Pengumuman Penaikan Harga BBMTRIBUNnews.com - 2 jam 24 menit lalu
- Jelang Kenaikan BBM Harga-Harga di Bogor NaikAntara - 2 jam 28 menit lalu
- Saran Artis Terry Putri Agar BBM Bersubsidi Tidak Diborong Orang BerduitTRIBUNnews.com - 2 jam 29 menit lalu
- Harga BBM Mau Naik, Bagaimana dengan Tarif Artis? Ini Kata Terry PutriTRIBUNnews.com - 2 jam 49 menit lalu
- Mentan Suswono : Saya Dukung Penaikan Harga BBMTRIBUNnews.com - 3 jam yang lalu
- Cuma RI, Negara Importir Minyak yang Masih Kasih Subsidi BBMLiputan 6 - 4 jam yang lalu
- Pemerintah Diminta Segera Naikkan Harga BBMAntara - 4 jam yang lalu
- Belanja Apa yang Harus Dikurangi Saat Harga BBM NaikLiputan 6 - 4 jam yang lalu
- Saat BBM Melambung, 9Power Boleh Jadi PilihanOtosia - 5 jam yang lalu
- Spanduk PKS dan PDIP Tolak BBM Dipasang BerdampinganTRIBUNnews.com - 5 jam yang lalu
- BBM Naik, Ongkos Angkutan Umum Baru Naik 1-3 Bulan LagiLiputan 6 - 7 jam yang lalu
- Pertamina Klaim Stok BBM AmanTRIBUNnews.com - 7 jam yang lalu
- PDI Perjuangan larang kader ikut demo BBMMerdeka.com - 7 jam yang lalu
- Situs RS Pusat Pertamina Diretas Terkait BBMTRIBUNnews.com - 8 jam yang lalu
- Aktivis Serukan Mahasiswa Bersatu Tolak BBM NaikTempo - 9 jam yang lalu
Berita Lainnya
- Kalla: Indonesia Terancam Pakai Hukum Rimba
- Calon Kapolri Bocor, Kompolnas Protes Komnas HAM
- Menkumham: Tidak Masalah Priyo Molor Keluar dari Sukamiskin
- PPP: 264 Warga Sipil Tewas oleh Kelompok Pemberontak di DRC Timur
- Menkumham Ajak Masyarakat Bantu Penderita Katarak
- Menkumham: Priyo Cuma 10 Menit Bertemu Fahd
- Tito Kei Tak Lolos Nyaleg di Papua Barat
- Korem: Saksi Kasus Cebongan Siap Hadiri Sidang
- Menkumham Tidak Dapat Laporan Inspeksi Mendadak Priyo
- Buchtar Tabuni di Tangkap Polisi Jayapura
- Pengamat: Ketidaktegasan Pemerintah Naikkan BBM Sengsarakan Masyarakat
- Menkumham: Kunjungan Priyo Bukan Sidak
- Rusia Kecam UNHRC
- Partai Abai Perhatikan 30 Kuota Perempuan Tiap Dapil
Pilihan Redaksi
1 - 4 dari 24
PEDOMAN KOMENTAR
Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.
Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.
Artikel Terpopuler
Hari Ini di Yahoo!
1 - 8 dari 43
Artikel Pilihan
Lainnya Dari 
Jajak Pendapat Yahoo!
Setujukah Anda jika Pekan Raya Jakarta kembali diselenggarakan di Monas?
Memuat...
Yahoo! OMG
Galeri Foto Pilihan
1 - 5 dari 40

