Pemerintah Janji Bantu Startup

TEMPO.CO, Jakarta - Sejumlah janji disampaikan pemerintah untuk mendorong pertumbuhan wirausahawan di bidang teknologi informasi. Salah satunya adalah agar para pebisnis pemula dapat memperoleh software dengan harga yang terjangkau.

»Selama ini software lumayan mahal,” kata Lola Amalia Abdullah, Direktur Kerja Sama dan Fasilitasi Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, saat konferensi pers usai pengumuman pemenang kompetisi inovasi bisnis IT IMULAI 4.0 di Balai Kartini, Jakarta, Kamis, 24 Mei 2012.

Menurut Lola, pemerintah akan menjalin kerja sama dengan pemilik software sehingga ada kemudahan memperoleh dan harga yang murah. »Kalau software-nya murah tentu biaya operasional dan produksi juga bisa ditekan,” katanya.

Kemudian, Lola mengatakan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif akan membantu para startup tersebut untuk memperoleh hak paten dari karya yang mereka ciptakan.

Untuk lebih memperbanyak wirausahawan IT di Indonesia, menurut Lola, sebaiknya sejak bangku sekolah menengah pertama sudah ada kurikulum yang mengajarkan teknologi informasi.

"Kalau baru dilakukan di perguruan tinggi mungkin bisa dibilang terlambat," ujarnya.

Pada saat yang sama, pemerintah juga akan bekerja sama dengan sejumlah inkubasi untuk menciptakan wirausahawan di bidang IT.

Deputi Bidang Industri dan Perdagangan Kementerian Koordinator Perekonomian Edy Putra Irawady menyatakan pemerintah membantu para startup agar bisa mempunyai entitas hukum, baik berupa firma, CV maupun PT.

Menurut Edy bagi pemula yang akan mendirikan badan usaha setidaknya harus mengeluarkan biaya antara Rp 1,5–5 juta. Entitas tersebut mau tidak mau dibutuhkan ketika mereka berhadapan dengan perbankan. »Jadi, beban itu yang kami ambil alih,” katanya.

Selain itu, kata Edy, pemerintah akan mempercepat proses perizinan menjadi hanya tujuh hari.

Edy mengatakan selain mengambil dari para pemenang kompetisi, pemerintah, melalui Kementerian Koordinator Perekonomian sering mengadakan workshop kewirausahaan di kalangan anak muda.

IQBAL MUHTAROM

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.