Pemerintah Masih Pelajari Produk Tata Motors

  • SBY Resmi Lantik Chatib Basri  

    SBY Resmi Lantik Chatib Basri  

    Tempo
    SBY Resmi Lantik Chatib Basri  

    TEMPO.CO, Jakarta - Presiden Susilo Bambang Yudhoyono hari ini melantik mantan Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), Chatib Basri, menjadi Menteri Keuangan yang baru. Chatib menggantikan Agus Martowardojo yang akan menempati posisi baru sebagai Gubernur Bank Indonesia. 

  • Gita Sebut Karen Cocok Jadi Ketua BKPM

    Gita Sebut Karen Cocok Jadi Ketua BKPM

    Tempo
    Gita Sebut Karen Cocok Jadi Ketua BKPM

    TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Perdagangan Gita Wirjawan mengatakan bahwa ketua Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) pengganti Chatib Basri harus bisa mengerti pembuatan lapangan kerja harus datang dari modal dalam negeri dan luar negeri.

  • Pemerintah Minta Freeport Stop Produksi Sementara  

    Pemerintah Minta Freeport Stop Produksi Sementara  

    Tempo
    Pemerintah Minta Freeport Stop Produksi Sementara  

    TEMPO.CO, Jakarta - Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral menyatakan telah meminta agar aktivitas produksi di PT Freeport Indonesia dihentikan untuk sementara. Secara otomatis, sejak insiden Big Gossan 14 Mei lalu, pihak perusahaan memang telah melakukan penghentian operasi produksi, namun pemerintah kemudian meminta secara resmi.

Jakarta (ANTARA) - Pemerintah menyambut baik rencana ekspansi prinsipal roda empat asal India, Tata Motors, untuk membangun pabriknya di Indonesia pada 2013 karena produk yang dipasarkan jenis mobil murah dan ramah lingkungan.

"Tata Motors mengklaim sebagai juara untuk mobil murah dan ramah lingkungan bagi pasar India. Namun, pemerintah masih mempelajari spesifikasi produk yang akan dipasarkan," kata Menteri Perindustrian M.S Hidayat di Jakarta, Kamis.

Saat ini, menurut Hidayat, pihaknya tidak bisa melarang investasi yang masuk ke Indonesia.

"Pemerintah tidak boleh menghentikan masuknya modal asing ke dalam negeri. Namun, pemerintah akan memberikan kesempatan bagi produsen mobil nasional membuat produk mobil murah," paparnya.

Sementara itu, Direktur Jenderal (Dirjen) Industri Unggulan Berbasis Teknologi Tinggi Kementerian Perindustrian (Kemenperin), Budi Darmadi, mengatakan sejauh ini pihak Tata motors belum bertemu dengan pemerintah untuk membahas rencana pembangunan pabrik di Indonesia.

"Banyak lahan yang tersedia untuk mendirikan pabrik roda empat. Jika produsen asal India tersebut ingin mempunyai pabrik di Jakarta, konsekuensinya harga tanahnya pasti mahal. Namun, pemerintah menyerahkan sepenuhnya kepada pemilik modal," katanya.

Budi menyebutkan prinsipal asal India ini akan melakukan tes pasar sebelum membuat produknya di Indonesia. "Biasanya, produsen roda empat melihat pasar yang potensial bagi produknya. Setelah itu, mereka bikin unitnya secara massal dan sesuai dengan permintaan konsumen," ucapnya. (tp)


PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.

Artikel Bisnis Terpopuler

POLL

Yakinkah Anda, wanita-wanita yang terlibat dengan Ahmad Fathanah akan dikenakan sanksi hukum?

Memuat...
Opsi Pilihan Jajak Pendapat