Penghargaan buat SBY

Pemerintah Mengaku Sulit Berantas Mafia Pajak

  • CEO McDonald Dikritik Anak 9 Tahun  

    CEO McDonald Dikritik Anak 9 Tahun  

    Tempo
    CEO McDonald Dikritik Anak 9 Tahun  

    TEMPO.CO, Jakarta--Restoran cepat saji McDonald, lagi-lagi mendapatkan kritik karena menyasar anak-anak sebagai pangsa pasarnya. Kritik bertubi-tubi itu berlangsung dalam pertemuan pemegang saham tahunan McDonald Kamis, 25 Mei 2013.

  • Menlu Tolak Sebut Indonesia Bangkrutkan Peternak Australia

    Menlu Tolak Sebut Indonesia Bangkrutkan Peternak Australia

    Antara
    Menlu Tolak Sebut Indonesia Bangkrutkan Peternak Australia

    Jakarta (ANTARA) - Menteri Luar Negeri (Menlu), Marty Natalegawa, menolak menyebut langkah kebijakan kerja sama perdagangan Indonesia sebagai penyebab kebangkrutan para peternak sapi di Australia terutama bagian utara. "Terlalu jauh untuk mengatakan bahwa Indonesia sudah membuat peternak sapi Australia bangkrut," kata Marty di kantornya di Jakarta, Jumat. Menurut Marty, pendekatan kerja sama ekonomi sudah prinsip dasarnya adalah saling menguntungkan supaya bisa bertahan lama. ...

  • Ke Pasar, Gita Wirjawan Belanja Bawang

    Ke Pasar, Gita Wirjawan Belanja Bawang

    Tempo
    Ke Pasar, Gita Wirjawan Belanja Bawang

    TEMPO.CO, Semarang - Menteri Perdagangan Gita Wirjawan hari ini meresmikan Pasar Boja di Kabupaten Kendal, Jawa Tengah. Di pasar yang baru selesai dipugar dengan dana Rp 4 miliar dari Kementerian Perdagangan itu, Gita menyempatkan diri berbelanja.

TEMPO.CO, Jakarta - Inspektorat Jenderal Kementerian Keuangan, Sonny Loho, mengaku masih kesulitan memetakan para mafia pajak. Menurut dia, para mafia itu kerap mencari lubang agar tetap bisa bermain. "Mereka kerap mencari kesempatan untuk main lagi. Kadang-kadang mereka lebih tahu. Tapi kami coba mapping data para pegawai, dengan siapa hubungannya," kata Sonny di gedung MPR/DPR, Senayan, Jakarta, Selasa, 3 Juli 2012.

Menurut dia, masih banyak para pemain lama yang sulit diungkap. Modus yang dilakukan pun hampir sama, yaitu memanipulasi data pencatatan pendapatan, baik di Direktorat Pajak maupun di Bea dan Cukai.

"Modusnya sama seperti Gayus. Gayus juga mungkin ada yang ngajarin, yang ngajarinnya juga belum diketahui. Kami tidak ada investigasi. Kalau KPK, kan, kewenangannya lebih. Makanya kami buat  MoU dengan KPK, Polri, Kejaksaan Agung, dan PPATK. Kalau ada info, kami follow up," ujar dia.

Sonny juga tidak membantah jika persoalan terkait dengan mafia pajak sudah sistemik. Menurut dia, beberapa pegawai masih berpikir bahwa menerima pemberian dari rekanan merupakan hal biasa. "Ini yang ingin kami bereskan. Masih banyak yang berpikir seperti itu. Padahal pelayanan publik dibiayai negara," katanya.

Terkait dengan sektor rawan yang terus dipantau pihaknya karena berpeluang besar dimainkan oleh para mafia pajak, Sonny tidak menjelaskan secara terperinci. "Makanya kami minta semua eselon satu di Kementerian Keuangan memetakan daerah rawannya mereka," katanya.

ANGGA SUKMA WIJAYA

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.

POLL

Yakinkah Anda, wanita-wanita yang terlibat dengan Ahmad Fathanah akan dikenakan sanksi hukum?

Memuat...
Opsi Pilihan Jajak Pendapat