Perang Lawan Geng Motor

Pemerintah Tarik Pinjaman Luar Negeri Rp39,4 Triliun

  • Sri Mulyani Masuk 100 Wanita Berpengaruh Forbes

    Sri Mulyani Masuk 100 Wanita Berpengaruh Forbes

    Tempo
    Sri Mulyani Masuk 100 Wanita Berpengaruh Forbes

    TEMPO.CO, Jakarta - Sri Mulyani masuk dalam daftar 100 wanita paling berpengaruh di dunia versi majalah Forbes. Wanita yang kini menjabat sebagai Direktur Pengelola Bank Dunia tersebut menduduki peringkat ke-55. Peringkat pertama ditempati kanselir Jerman, Angela Merkel. Tahun ini, Merkel menjadi wanita paling berpengaruh di dunia versi Forbes untuk kedelapan kalinya.

  • Transaksi Pembayaran dengan e-money Dimulai Juni

    Antara

    Medan (ANTARA)- Bank Indonesia mulai menjalankan transaksi pembayaran dengan menggunakan e-money (uang elektronik) pada Juni mendatang."Peluncuran program dan produk financial inclusion, transaksi pembayaran dengan menggunakan e-money itu akan mulai dicoba di enam provinsi termasuk di Sumut," kata Direktur Divisi Komunikasi Bank Indonesia Pusat, Peter Yakub, di Medan. Kamis.Selain Sumut, "pilot project" e-money itu dilakulkan di Sumatera Selatan, Jawa Timur, Jawa Tengah, Kalimantan Timur dan

  • Dahlan: Lima Holding Saja Sudah Alhamdulilah

    Dahlan: Lima Holding Saja Sudah Alhamdulilah

    Tempo
    Dahlan: Lima Holding Saja Sudah Alhamdulilah

    TEMPO.CO, Jakarta -Menteri Badan Usaha Milik Negara Dahlan Iskan menyampaikan aspirasinya terkait pembentukan holding. Ia mengakui pembentukan holding perusahaan BUMN tidaklah mudah dan memerlukan waktu yang lama."Lima holding saja sudah Alhamdulilah, sekarang kita baru punya holding Pupuk dan Semen," katanya di depan mahasiswa Universitas Indonesia, ketika memberikan kuliah umum Kamis 23 Mei 2013.

Jakarta (ANTARA) - Pemerintah berencana untuk menarik pinjaman luar negeri untuk pembiayaan sejumlah kegiatan prioritas maupun proyek dalam RAPBN 2013 sebesar Rp39,4 triliun.

"Mengingat kebutuhan pembiayaan utang yang diperlukan melebihi kemampuan sumber pembiayaan dalam negeri, maka pemerintah memanfaatkan pinjaman luar negeri sebagai pelengkap pembiayaan pembangunan," ujar Menteri Keuangan Agus Martowardojo dalam menjawab pertanyaan Komisi XI dalam rapat kerja di Jakarta, Senin.

Menkeu mengatakan pemilihan sumber pinjaman tersebut dilakukan dengan mempertimbangkan antara lain pemberian ketentuan dan persyaratan menguntungkan pemerintah dan memanfaatkan keahlian dari pemberi pinjaman agar terjadi alih teknologi dan keahlian.

Kemudian, dia melanjutkan pemanfaatan pinjaman diprioritaskan untuk membiayai infrastruktur, seperti pembangkit tenaga listrik, jalan, jembatan dan pelabuhan serta pembiayaan tersebut untuk pengadaan barang yang belum dapat diproduksi dalam negeri seperti kebutuhan alutista TNI/Polri.

"Tentunya syarat pinjaman luar negeri tersebut tidak memiliki agenda politik," kata Menkeu.

Proyek yang akan dibiayai dengan pinjaman senilai Rp39,4 triliun tersebut antara lain kegiatan prioritas di Kementerian Lembaga Rp29,2 triliun, kegiatan hibah berkelanjutan kepada pemerintah daerah Rp3,2 triliun dan penerusan pinjaman kepada pemda maupun BUMN Rp6,9 triliun.

Sementara, kegiatan prioritas yang dibiayai dengan pinjaman luar negeri tersebut diantaranya rehabilitasi pelabuhan Tanjung Priok, pembangunan jalur transportasi kereta api jalur ganda dan pengembangan transportasi publik Jakarta (MRT) oleh Jepang.

Kemudian, pembangunan infrastruktur oseanografi oleh pemerintah Perancis, pemberdayaan petani melalui pemanfaatan teknologi informasi yang dibiayai pinjaman Bank Dunia dan pembangunan jalan di kawasan Indonesia timur yang dibiayai pinjaman pemerintah Australia.

Serta, pembangunan waduk Jatigede yang dibiayai dari pinjaman pemerintah Australia, pembangunan waduk Citarum yang dibiayai Bank Pembangunan Asia (ADB) dan pembangunan pelabuhan Belawan yang dibiayai Bank Pembangunan Islam (IDB).

Menkeu mengatakan dari sisi status perjanjian pinjaman dari jumlah rencana penarikan tersebut, sebesar Rp20,4 triliun merupakan pinjaman untuk pembiayaan kegiatan tahun jamak yang perjanjiannya sudah ditandatangani dengan pemberi pinjaman dan telah efektif sampai Agustus 2012.

Sedangkan sisanya Rp18,97 triliun merupakan pinjaman baru yang terdiri atas pinjaman yang efektif setelah Agustus 2012 sebesar Rp15 triliun dan pinjaman yang sedang dalam proses negosiasi sebesar Rp3,9 triliun.(ar)

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.

Artikel Bisnis Terpopuler

POLL

Yakinkah Anda, wanita-wanita yang terlibat dengan Ahmad Fathanah akan dikenakan sanksi hukum?

Memuat...
Opsi Pilihan Jajak Pendapat