Penghargaan buat SBY

Pemerintah Terus Bahas Aturan Pembatasan BBM Bersubsidi

  • Ancaman Bagi BPR Segera Tiba

    Plasadana

    PLASADANA.COM - Menjelang diberlakukannya Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) atau pasar tunggal ASEAN di sektor perbankan pada tahun 2020, pangsa pasar Bank Perkreditan Rakyat (BPR) diprediksi akan semakin tergerus. Direktur Penelitian dan Pelatihan Ekonomika UGM, Sri Adiningsih menilai, dengan dibukanya industri keuangan secara bebas, bank asing akan berlomba masuk ke pasar Indonesia. Termasuk, menyasar sektor mikro dan UMKM yang selama ini menjadi tumpuan dari BPR. ...

  • Susi Air Punya Simulator Cessna Caravan

    Susi Air Punya Simulator Cessna Caravan

    Tempo
    Susi Air Punya Simulator Cessna Caravan

    TEMPO.CO , Pangandaran:Perusahaan jasa penerbangan, PT ASI Susi Pudjiastuti Aviation atau lebih dikenal Susi Air, meresmikan Training Center bagi para pilotnya di Pangandaran, Jawa Barat, Jumat 24 Mei 2013. Pada training center ini terdapat simulator untuk pesawat jenis Cessna Caravan 208.

  • Menlu Tolak Sebut Indonesia Bangkrutkan Peternak Australia

    Menlu Tolak Sebut Indonesia Bangkrutkan Peternak Australia

    Antara
    Menlu Tolak Sebut Indonesia Bangkrutkan Peternak Australia

    Jakarta (ANTARA) - Menteri Luar Negeri (Menlu), Marty Natalegawa, menolak menyebut langkah kebijakan kerja sama perdagangan Indonesia sebagai penyebab kebangkrutan para peternak sapi di Australia terutama bagian utara. "Terlalu jauh untuk mengatakan bahwa Indonesia sudah membuat peternak sapi Australia bangkrut," kata Marty di kantornya di Jakarta, Jumat. Menurut Marty, pendekatan kerja sama ekonomi sudah prinsip dasarnya adalah saling menguntungkan supaya bisa bertahan lama. ...

Jakarta (ANTARA) - Pemerintah terus membahas aturan terkait dengan pembatasan penggunaan bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi yang menurut rencana mulai diberlakukan pada Mei mendatang.

"Sekarang sedang digodok dan terus dikaji. Tadi sudah dirapatkan," ujar Menko Perekonomian Hatta Rajasa seusai rapat koordinasi di Jakarta, Selasa.

Namun, Hatta masih belum mau menjelaskan aturan seperti apa yang akan dikeluarkan pemerintah dan teknis pelaksanaan mengenai pembatasan BBM bersubsidi tersebut.

"Tunggu saja, jangan berspekulasi sebelum peraturan itu dikeluarkan," katanya.

Hatta memastikan pembatasan tersebut akan dilakukan karena masih banyak masyarakat mampu yang memanfaatkan anggaran subsidi, padahal subsidi seharusnya dialokasikan untuk masyarakat kurang mampu.

"Masa kita mau mengeluarkan uang sampai Rp300 triliun untuk masyarakat yang dikategorikan mampu, rela tidak kalau BBM kita habis untuk yang seharusnya mereka mampu untuk beli," tegasnya.

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Jero Wacik mengatakan pembatasan penggunaan BBM bersubsidi diperlukan agar kuota volume yang ditetapkan sebesar 40 juta kiloliter tidak melampaui asumsi.

Menurut dia, apabila tidak ada pembatasan maka penggunaan premium dan solar bersubsidi akan mencapai 47 juta kiloliter.

"Target saya paling tidak kuotanya sampai ke 40 juta kiloliter, karena kalau tidak dibatasi dan tidak diatur itu diperkirakan bisa ke 47 juta kiloliter," kata Jero.

Jero menjelaskan pemerintah masih belum memutuskan model pembatasan seperti apa yang akan dilakukan karena masih mempertimbangkan opsi terbaik yang tidak menyulitkan masyarakat.

Ia mengatakan bahwa model pembatasan yang sedang dalam pembahasan adalah larangan bagi mobil pemerintah untuk menggunakan premium dan solar bersubsidi serta pembatasan berdasarkan kapasitas mesin (CC) mobil.

"Membuat aturannya mudah, pelaksanaannya yang sulit. Misalnya, kalau pake (pakai, red.) CC, masa orang mau beli bensin harus lihat CC-nya, makanya nanti akan ada sosialisasi, tapi aturannya dulu yang dikeluarkan akhir bulan ini," katanya.

Selain itu, Jero memastikan program konversi bahan bakar gas (BBG) akan terus berjalan dengan penambahan infrastruktur stasiun pengisian bahan bakar gas hingga akhir tahun sebanyak 160 tempat.

Menurut Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Bappenas Armida Alisjahbana, masalah pengelolaan energi menjadi fokus perhatian pemerintah karena dapat berdampak pada anggaran belanja modal untuk pembiayaan sarana infrastruktur.

"Kalau subsidi energi begitu saja naik, kalau tepat sasaran tidak mengapa. Tapi ini kebanyakan tidak tepat sasaran, kenapa kita harus mensubsidi orang yang seharusnya tidak disubsidi," ujarnya.

Menurut Armida, hal tersebut menyulitkan pemerintah untuk menambah alokasi belanja modal pada tahun 2013 yang hanya bertambah sebanyak Rp32 triliun dari alokasi dalam APBN-Perubahan 2012 sebesar Rp168 triliun.

Bandingkan angka tersebut dengan alokasi subsidi energi yang selalu meningkat setiap tahun dan hingga akhir tahun ditetapkan sebesar Rp225 triliun.

"Bayangkan untuk (anggaran belanja modal) infrastruktur dari 2012 ke 2013 naik Rp32 triliun, itu dengan sangat susah payah. Jadi, permasalahan energi harus mulai diselesaikan tahun ini, sehingga beban subsidinya bisa lebih rasional," kata Armida. (ar)

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.

POLL

Yakinkah Anda, wanita-wanita yang terlibat dengan Ahmad Fathanah akan dikenakan sanksi hukum?

Memuat...
Opsi Pilihan Jajak Pendapat