Perang Lawan Geng Motor

Pemilihan Umum Bersejarah Libya Setelah Era Kadhafi

Tripoli (AFP/ANTARA) - Libya melakukan pemungutan suara untuk dewan perwakilan rakyat nasional pada Jumat, pemilihan umum pertama sejak tergusurnya Moamer Kadhafi, setelah serangkaian aksi sabotase yang memicu ketegangan di wilayah timur negara tersebut.


Di Tripoli, tempat pemilu dibuka sesuai jadwal dengan antrian pemilih yang bersemnagat untuk memilih Kongres Umum Nasional, yang akan memegang kendali negara untuk masa transisi, kata seorang wartawan AFP.


"Kegembiraan saya saya tidak bisa diwujudkan dengan kata-kata, ini adalah bhari bersejarah," kata salah satu pemilih wanita yang baris terdepan, Fawziya Omran (40), di sekolah Abdullah Ali Warith di jantung ibu kota.


"Aku sudah membuat pilihan saya. Saya berharap ini adalah pilihan yang tepat dan bahwa para calon tidak akahn mengecewakan kami," katanya kepada AFP.


Para pemilih di ibu kota hadir dengan membawa bendera hitam, merah, dan hijau, warna revolusi yang menggulingkan Kadhafi pada tahun lalu, sementara terdengar seruan suara "Allahu Akbar" (Tuhan Maha Besar) di masjid-masjid.


Di sebelah timur dari kota Benghazi, tempat lahirnya pemberontakan dan jantung dari hal-hal yang mengancam untuk menggagalkan pemungutan suara, tempat pemungutan suara juga dibuka tepat waktu, ungkap koresponden lain.


Alexander Graf Lambsdorff, yang memimpin tim dari 21 pengamat Uni Eropa, mengatakan bahwa pemungutan suara menandai tonggak utama dalam transisi ke masa demokrasi setelah 42 tahun masa kediktatoran.


"Kami percaya bisa mengadakan pemilihan itu di Libya kurang dari satu tahun setelah jatuhnya Tripoli dan itu merupakan prestasi yang penting," kata Lambsdorff kepada AFP.


Tim Uni Eropa di Benghazi diperkuat terkait adanya gangguan, dengan satu pengamat perempuan ditambahkan ke dalam tim untuk membantu memantau bagian tempat pemilihan wanita.


"Kami hanya berharap bahwa situasi tetap damai di seluruh negeri. Mayoritas warga Libya ingin memilih. Delapan puluh persen ingin memilih," tambahnya.


Pemungutan suara bisa menjadi pengalaman yang sangat berbeda bagi warga Tripoli, yang telah menikmati masa-masa tenang dibandingkan di kota timur Libya yang telah diguncang oleh aksi sabotase dan ancaman untuk mengganggu pemungutan suara.


Namun pada Jumat, sebuah tembakan menghantam helikopter di wilayah timur Libya yang menewaskan satu orang pekerja pemilihan. (jk/mp)

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.