Pemimpin Libya: Serangan Tidak Terkait dengan Film Anti-Islam

Washington (AFP/ANTARA) – Pemimpin Libya, Mohamed al-Megaryef, pada Rabu, mengatakan bahwa serangan 11 September terhadap konsulat AS merupakan serangan yang sebelumnya direncanakan yang “tidak terkait dengan” sebuah video online anti-Islam.


Dalam sebuah wawancara dengan NBC News, Megaryef mengatakan bahwa para penyerang meluncurkan granat bermesin pancar roket dan sejumlah mortir dengan akurat yang menyerang sesuai rencana dan dilakukan oleh sejumlah gerilyawan.


Ketika ditanya jika film anti-Islam menghina, yang memicu protes kekerasan di seluruh negara Muslim di dunia, tidak ada hubungannya dengan serangan tersebut, Megaryef menjawab: “Bukan pada serangan ini.”


“Reaksi seharusnya, jika memang asli, terjadi enam bulan sebelumnya. Jadi serangan tersebut ditunda hingga 11 September,” ujarnya dalam sebuah wawancara yang dilakukan dalam bahasa Inggris.


“Mereka memilih tanggal ini, 11 September, untuk membawa pesan tertentu.”


Serangan terhadap konsulat, yang menewaskan duta besar AS, Chris Stevens, dan empat warga Amerika lainnya, awalnya dikatakan merupakan bagian dari sebuah protes atas film yang menghina Islam, namun Gedung Putih kemudian menyebutnya sebagai sebuah “serangan teroris.”


Megaryef mengatakan kepada NBC bahwa tidak ada para pengunjuk rasa di konsulat itu sebelum serangan, yang mana dia mengatakan bahwa serangan tersebut terjadi dalam dua gelombang, yaitu para militan meluncurkan granat ke konsulat dan kemudian menyerang sebuah paviliun dengan sejumlah mortir.


“Ini merupakan tindakan terorisme yang direncanakan sebelumnya,” ujarnya, menambahkan bahwa film tersebut “tidak ada hubungannya dengan serangan ini.”


Para pejabat Libya dengan cepat mengecam serangan tersebut dan berjanji untuk membantu Amerika Serikat membawa para pelaku ke pengadilan.


Pemerintah Libya yang baru berupaya untuk mengendalikan milisi lokal, beberapa di antaranya dipimpin oleh kelompok garis keras Islam, yang muncul saat pemberontakan tahun lalu, yang menggulingkan diktator Moamer al-Khadafi.


Para pejabat AS mengatakan bahwa Al-Qaeda mungkin berada di belakang serangan konsulat tersebut, yang terjadi pada peringatan serangan 11 September yang ke-11. (dh/ml)

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.